Rangkuman Webinar Basic Wordpress

     


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Halo Semuanyaaa!!! Berjumpa lagi dengan saya Andhika, pada blog kali ini saya akan berbagi ilmu yang baru saya dapatkan ketika mengikuti Webinar Basic Wordpress. Yang bertujuan untuk memberikan ilmu cara membuat website tanpa coding dengan menggunakan wordpress, juga diberikan arahan dan penjelasan mengenai semua fitur yang ada pada Wordpress.


Materi Utama : Cara Membuat Website tanpa Coding dengan Wordpress
Disampaikan oleh : Mustofa Sifa'ul, Web Designer

Membuat Website Tanpa Coding dengan WordPress

Di era digital seperti sekarang, memiliki website menjadi kebutuhan penting bagi individu maupun bisnis. Namun, banyak orang mengira bahwa membuat website memerlukan keterampilan coding yang rumit. Melalui webinar yang disampaikan oleh Mustofa Sifa'ul, seorang Web Designer, dan disponsori oleh Axelbit Training Center, di webinar ini peserta diberikan pemahaman mengenai cara membangun website tanpa perlu kemampuan coding dengan menggunakan WordPress.


APA ITU WORDPRESS ?
  Sebelum masuk ke tahap pembuatan website, penting untuk memahami apa itu WordPress. WordPress adalah sebuah Content Management System (CMS) yang memungkinkan pengguna membuat dan mengelola website dengan mudah tanpa harus menulis kode pemrograman. WordPress pertama kali dirilis pada tahun 2003 dan kini menjadi salah satu platform website paling populer di dunia.

Kelebihan WordPress dibandingkan platform lain antara lain:

  • Mudah digunakan, bahkan untuk pemula.

  • Memiliki ribuan tema dan plugin yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis website, seperti blog, toko online, website bisnis, dan portofolio.

  • Dukungan komunitas yang luas, sehingga pengguna bisa mendapatkan bantuan dengan mudah.


Perbedaan Antara WordPress.com dan WordPress.org 

Dalam webinar ini, peserta juga dijelaskan mengenai dua versi WordPress, yaitu WordPress.com dan WordPress.org.

  1. WordPress.com

    • Sudah menyediakan domain dan hosting, sehingga pengguna tidak perlu mengurus server sendiri.

    • Lebih praktis digunakan, terutama bagi pemula.

    • Memiliki keterbatasan dalam kustomisasi, karena beberapa fitur, tema, dan plugin hanya tersedia dalam versi berbayar.

  2. WordPress.org

    • Pengguna memiliki kontrol penuh atas website.

    • Semua tema dan plugin dapat digunakan tanpa batasan.

    • Memerlukan domain dan hosting sendiri, sehingga membutuhkan sedikit pemahaman teknis dalam pengelolaannya.

Dasar-Dasar Penggunaan WordPress

Setelah memahami konsep dan perbedaan kedua versi WordPress, webinar berlanjut dengan penjelasan mengenai dasar-dasar penggunaannya. Peserta diperkenalkan dengan Dashboard WordPress, yang merupakan pusat kendali untuk mengelola website. Beberapa fitur utama yang diperkenalkan antara lain:

  • Membuat dan mengelola postingan untuk artikel atau blog.

  • Mengatur halaman website, seperti halaman beranda, tentang, dan kontak.

  • Menyesuaikan tampilan dengan tema yang sesuai dengan kebutuhan website.

  • Menambahkan fitur tambahan dengan plugin, seperti formulir kontak, optimasi SEO, dan keamanan website.


Berikut narasi untuk foto ini:


Pada sesi webinar ini, Mustofa Sifa'ul membahas mengenai Dashboard WordPress, yaitu pusat kontrol utama untuk mengelola website. Dashboard ini berisi berbagai fitur yang memudahkan pengguna dalam mengatur tampilan, mengelola konten, serta menambahkan fungsi tambahan melalui plugin.

Beberapa menu utama yang diperkenalkan dalam sesi ini meliputi:

  • Dashboard: Halaman utama dengan ringkasan aktivitas website.

  • Post: Tempat untuk menulis dan mengelola artikel atau blog.

  • Media: Penyimpanan gambar, video, dan file lainnya.

  • Pages: Digunakan untuk membuat halaman statis seperti beranda atau tentang kami.

  • Comments: Mengelola komentar dari pengunjung website.

  • Appearance: Mengatur tema dan tampilan website.

  • Plugins: Menambahkan fitur tambahan ke dalam website.

  • Users: Mengelola akun pengguna dan peran mereka di website.

  • Tools: Berisi alat bantu tambahan seperti impor/ekspor data.

  • Settings: Menyesuaikan pengaturan dasar WordPress.

Setiap fitur ini memiliki fungsi yang penting dalam membangun dan mengelola website dengan WordPress. Pada bagian berikutnya, setiap fitur akan dibahas lebih detail satu per satu.


Panduan Lengkap Membuat Website dengan WordPress

WordPress adalah platform pembuatan website yang populer dan mudah digunakan, bahkan tanpa perlu keahlian coding. Dalam webinar yang disampaikan oleh Mustofa Sifa'ul, seorang Web Designer, dan disponsori oleh Axelbit, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar WordPress serta fitur-fitur penting dalam dashboard WordPress. Berikut adalah langkah-langkah dan penjelasan fitur-fiturnya.


1. Dashboard

Dashboard adalah halaman utama setelah login ke WordPress. Ini merupakan pusat kendali untuk mengelola website.

Fitur dalam Dashboard:

  • Home – Menampilkan ringkasan aktivitas situs, status kesehatan website, dan berita terbaru dari WordPress.

  • Updates – Menampilkan informasi mengenai pembaruan WordPress, tema, dan plugin. Pembaruan sangat penting untuk menjaga keamanan dan kinerja website.


2. Posts

Fitur ini digunakan untuk menulis dan mengelola artikel atau postingan blog.

Cara Membuat Post Baru:

  1. Masuk ke Posts → Add New

  2. Masukkan judul artikel

  3. Tambahkan konten berupa teks, gambar, atau video

  4. Pilih kategori dan tag agar lebih terorganisir

  5. Klik Publish

Fitur dalam Posts:

  • Title (Judul Post) – Judul artikel yang akan ditampilkan di blog.

  • Permalink – URL artikel yang bisa diedit agar lebih ramah mesin pencari (SEO-friendly).

  • Content Editor – Area penulisan dengan mode Visual (tampilan biasa) dan Text (HTML).

  • Publish Panel – Mengatur status post, seperti Draft, Published, atau Scheduled.

  • Categories & Tags – Untuk mengelompokkan artikel agar lebih mudah dicari.

  • Featured Image – Gambar utama untuk artikel.


3. Media

Fitur ini digunakan untuk menyimpan dan mengelola file gambar, video, dan dokumen yang digunakan dalam website.

Cara Menambahkan Media:

  1. Masuk ke Media → Add New

  2. Klik Select Files untuk mengunggah gambar atau video

  3. File yang diunggah dapat digunakan di post atau halaman

Fitur dalam Media:

  • Library – Menampilkan semua file yang telah diunggah.

  • Add New – Untuk menambahkan file baru ke WordPress.


4. Pages

Digunakan untuk membuat halaman tetap seperti Tentang Kami, Kontak, atau Beranda.

Cara Membuat Halaman Baru:

  1. Masuk ke Pages → Add New

  2. Masukkan judul halaman (misalnya "Tentang Kami")

  3. Tambahkan konten berupa teks, gambar, atau video

  4. Klik Publish

Fitur dalam Pages:

  • Digunakan untuk halaman yang sifatnya statis dan tidak berubah secara berkala.

  • Tidak memiliki kategori atau tag seperti post.


5. Comments

Fitur ini digunakan untuk mengelola komentar yang masuk dari pengunjung.

Cara Mengelola Komentar:

  1. Masuk ke Comments

  2. Pilih Approve untuk menampilkan komentar

  3. Pilih Trash untuk menghapus komentar yang tidak diinginkan

Fitur dalam Comments:

  • Pending – Komentar yang menunggu persetujuan.

  • Approved – Komentar yang sudah diterbitkan.

  • Spam – Komentar yang ditandai sebagai spam dan tidak akan ditampilkan.


6. Appearance

Fitur ini digunakan untuk mengubah tampilan website, termasuk mengganti tema, menyesuaikan layout, dan mengatur menu.

Cara Mengubah Tema Website:

  1. Masuk ke Appearance → Themes

  2. Pilih tema bawaan atau klik Add New untuk mencari tema lain

  3. Klik Install, lalu Activate untuk menerapkan tema baru

Fitur dalam Appearance:

  • Themes – Mengganti tampilan website dengan berbagai pilihan tema.

  • Customize – Mengedit warna, font, logo, dan tata letak website.

  • Widgets – Menambahkan elemen seperti menu, pencarian, atau posting terbaru di sidebar atau footer.

  • Menus – Mengatur navigasi utama website.


7. Plugins

Digunakan untuk menambahkan fitur tambahan ke dalam website, seperti SEO, keamanan, atau formulir kontak.

Cara Menambahkan Plugin:

  1. Masuk ke Plugins → Add New

  2. Cari plugin yang dibutuhkan (misalnya "Yoast SEO")

  3. Klik Install Now, lalu Activate

Fitur dalam Plugins:

  • Installed Plugins – Menampilkan semua plugin yang sudah terpasang.

  • Add New – Untuk menambahkan plugin baru.


8. Users

Fitur ini digunakan untuk mengelola pengguna atau anggota yang memiliki akses ke website.

Cara Menambahkan Pengguna Baru:

  1. Masuk ke Users → Add New

  2. Masukkan nama, email, dan kata sandi pengguna baru

  3. Pilih peran pengguna (Administrator, Editor, Author, Contributor, Subscriber)

  4. Klik Add New User

Fitur dalam Users:

  • All Users – Melihat daftar semua pengguna yang terdaftar.

  • Add New – Menambahkan pengguna baru.

  • Profile – Mengedit informasi pengguna yang sedang login.


9. Tools

Berisi alat tambahan untuk mengelola data dan pengaturan website.

Fitur dalam Tools:

  • Import – Untuk mengimpor data dari platform lain ke WordPress.

  • Export – Untuk mengekspor data dari WordPress ke format lain.

  • Site Health – Menampilkan informasi tentang kesehatan website, termasuk masalah performa dan keamanan.


10. Settings

Fitur ini digunakan untuk mengatur konfigurasi utama website, seperti nama situs, format tanggal, dan pengaturan permalink.

Fitur dalam Settings:

  • General – Mengatur nama situs, tagline, URL, dan zona waktu.

  • Writing – Mengatur opsi penulisan post dan kategori default.

  • Reading – Menentukan apakah halaman depan menampilkan post terbaru atau halaman statis.

  • Discussion – Mengelola pengaturan komentar.

  • Media – Mengatur ukuran gambar yang diunggah.

  • Permalinks – Menentukan struktur URL untuk post dan halaman.

WordPress menyediakan berbagai fitur untuk mengelola website dengan mudah, mulai dari menulis artikel, mengelola media, hingga mengatur tampilan dan keamanan. Dengan memahami setiap fitur yang ada di dalam dashboard WordPress, pengguna dapat mengoptimalkan fungsionalitas website mereka sesuai dengan kebutuhan.

Jika ingin membangun website profesional, penting untuk memilih tema yang sesuai, menginstal plugin yang diperlukan, dan mengelola konten dengan baik agar website terlihat menarik dan mudah diakses oleh pengunjung.



Kesimpulan

Webinar ini memberikan wawasan yang jelas mengenai cara membangun website tanpa coding menggunakan WordPress. Dengan adanya dua pilihan platform, peserta dapat memilih WordPress.com untuk kemudahan atau WordPress.org untuk fleksibilitas lebih.

Dari webinar ini, saya menyadari bahwa siapa pun bisa membuat website sendiri dengan mudah. Dengan dukungan dari Axelbit, acara ini memberikan manfaat besar bagi mereka yang ingin mulai membangun website secara profesional tanpa harus memiliki keahlian pemrograman.


  Sekian itu saja dari saya, semoga semua ilmu yang telah kita pelajari bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita, jangan lupa untuk selalu berdoa dan ikhtiar.

  Apabila berkenan, Silahkan tinggalkan komentar mengenai blog kali ini, itu akan menjadi revisi untuk saya dalam membuat blog kedepannya. 

  Apabila pada blog ini terdapat kata atau penyampaian yang kurang jelas ataupun salah, saya selaku pemilik blog ini, meminta maaf sebesar-besar. 

Terimakasihh.... 
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya