MODUL 9 FILESYSTEMS FEATURES (ADINUSA)

 

Modul 9 ini membahas fitur filesystem di Linux, termasuk pembuatan, pemformatan, serta mounting dan unmounting filesystem. Selain itu, dibahas juga penggunaan Network Filesystem (NFS) untuk berbagi file melalui jaringan. Bagian akhir modul menjelaskan konsep swap, yang digunakan sebagai memori virtual saat RAM hampir penuh, serta cara mengelolanya dengan perintah seperti mkswap, swapon, dan swapoff. Dengan memahami ini, pengguna dapat lebih efisien dalam mengelola penyimpanan dan meningkatkan kinerja sistem.

MKFS

Perintah mkfs digunakan di sistem operasi Linux untuk membuat atau memformat sistem file pada sebuah partisi atau perangkat penyimpanan, seperti hard disk atau flash drive. Perintah ini sebenarnya bukan alat tunggal, melainkan antarmuka yang menghubungkan ke berbagai program yang khusus menangani jenis sistem file tertentu.

Bagaimana Cara Kerja mkfs?

Ketika kita menjalankan perintah mkfs, kita harus menentukan jenis sistem file yang ingin digunakan dan perangkat yang akan diformat. Sistem file adalah cara data disimpan dan diorganisir di dalam penyimpanan, contohnya ext4, NTFS, FAT32, dan lainnya.

Format umum penggunaan perintah ini adalah:
mkfs -t [jenis sistem file] [opsi] [nama perangkat]

Penjelasan tiap bagian:

  1. -t [jenis sistem file] → Menentukan tipe sistem file yang akan digunakan, seperti ext4, NTFS, atau FAT32.
  2. [opsi] → Beberapa pengaturan tambahan yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.
  3. [nama perangkat] → Merujuk pada perangkat penyimpanan yang akan diformat, misalnya /dev/sda1 atau /dev/sdb1.

Contoh Penggunaan mkfs

Jika ingin memformat sebuah partisi menjadi ext4, bisa menggunakan perintah berikut:
mkfs -t ext4 /dev/sda10
Atau bisa juga dengan cara lain yang memiliki fungsi yang sama:
mke2fs.ext4 /dev/sda10

Setiap jenis sistem file memiliki program mkfs sendiri. Misalnya:

  • mkfs.ext3 → Untuk sistem file ext3
  • mkfs.ntfs → Untuk sistem file NTFS
  • mkfs.vfat→ Untuk sistem file FAT32

Jika ingin tahu lebih banyak tentang perintah ini dan opsi yang tersedia, bisa menggunakan perintah manual di terminal dengan mengetik:
man mkfs

Kesimpulan

Perintah mkfs sangat berguna untuk mempersiapkan penyimpanan agar bisa digunakan oleh sistem operasi dengan sistem file yang sesuai. Namun, perlu hati-hati saat menggunakannya karena perintah ini akan menghapus semua data di dalam partisi yang diformat.


FSCK

Perintah fsck (File System Consistency Check) di Linux digunakan untuk memeriksa dan memperbaiki kesalahan pada sistem file. Seperti mkfs, perintah ini hanyalah antarmuka yang menghubungkan berbagai program khusus yang menangani jenis sistem file tertentu.

Format Umum Perintah fsck

Format dasar penggunaan fsck adalah:
fsck [-t jenis_sistem_file] [opsi] [nama_perangkat]

Di mana [nama_perangkat] adalah partisi yang akan diperiksa, misalnya /dev/sda3 atau /dev/vg/lvm1.

Cara Kerja fsck

  • Perintah ini bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan secara manual dengan opsi -r atau secara otomatis dengan opsi -a.
  • fsck dapat menentukan jenis sistem file secara otomatis dengan membaca superblock pada awal partisi.
  • Sistem file journaling seperti ext4 lebih cepat diperiksa dibanding sistem file lama karena hanya transaksi terakhir yang diperiksa.

Contoh Penggunaan fsck

Kedua perintah berikut memiliki fungsi yang sama untuk memeriksa sistem file ext4 pada /dev/sda10:

  • sudo fsck -t ext4 /dev/sda10
  • sudo fsck.ext4 /dev/sda10

Jika sistem operasi sudah mengenali jenis sistem file yang digunakan, cukup jalankan:

  • sudo fsck /dev/sda10

Menjalankan fsck saat Booting

fsck bisa dijalankan secara otomatis setelah sejumlah mount atau setelah waktu tertentu sejak pemeriksaan terakhir. Namun, pemeriksaan hanya bisa dilakukan pada partisi yang tidak sedang digunakan.

Untuk memaksa pemeriksaan sistem file saat booting, bisa menggunakan perintah:

  • sudo touch /forcefsck
  • sudo reboot

Setelah pemeriksaan selesai, file /forcefsck akan otomatis dihapus.

Perintah ini sangat berguna untuk memeriksa dan memperbaiki sistem file pada root filesystem, yang sulit dilakukan saat sistem sedang berjalan.


Mounting Filesystems

Di sistem Linux, semua file diatur dalam satu struktur pohon hierarkis dengan root directory (/) sebagai kepala pohon. Namun, Linux dapat memiliki beberapa partisi yang digabungkan dalam struktur ini, meskipun berada di perangkat fisik berbeda atau jaringan.

Perintah mount digunakan untuk menghubungkan (mount) sistem file ke dalam struktur direktori, sedangkan umount digunakan untuk melepaskannya.

Cara Mounting Filesystem

Sistem file harus dipasang di suatu direktori yang disebut mount point. Direktori ini harus ada sebelum proses mounting dilakukan, dan dapat dibuat dengan perintah mkdir. Jika direktori tersebut sudah berisi file sebelum mounting, file tersebut akan tersembunyi sampai partisi dilepaskan (unmounted).

Contoh perintah mounting:

mount -t ext4 /dev/sdb4 /home

Penjelasan:

  • Mount sistem file ext4.
  • Tidak perlu menentukan tipe sistem file dengan opsi -t, karena biasanya sistem dapat mengenali secara otomatis.
  • Partisi yang digunakan adalah /dev/sdb4.
  • Partisi dipasang di direktori /home.
  • Semua file asli dalam /home akan tersembunyi hingga partisi dilepaskan.

Melihat Filesystem yang Sedang Dipasang

Untuk melihat daftar sistem file yang sedang terpasang, gunakan perintah:

mount

Perintah ini akan menampilkan daftar partisi dan lokasi pemasangannya di dalam sistem.


mount

Perintah mount digunakan untuk memasang (mount) sebuah filesystem ke dalam sistem Linux.

Format Umum:
mount [options] source directory

source adalah sumber filesystem, seperti partisi disk (contoh: /dev/sda2).
directory adalah lokasi di mana filesystem akan dipasang (contoh: /home).

Cara Menggunakan mount

Beberapa cara memasang filesystem yang setara:

  • sudo mount /dev/sda2 /home → Menggunakan device node, metode ini bergantung pada bagaimana sistem mengenali perangkat.
  • sudo mount LABEL=home /home → Menggunakan label yang lebih fleksibel karena tidak berubah meskipun urutan perangkat berganti.
  • sudo mount -L home /home → Cara lain menggunakan label.
  • sudo mount UUID=26d58b22-9d28-4dc7-bbab-a387c2bf06a9 /home → Menggunakan UUID, metode yang lebih unik dan direkomendasikan karena setiap partisi memiliki UUID yang berbeda.

Menggunakan Opsi mount

Perintah mount memiliki berbagai opsi, misalnya:

  • sudo mount -o remount,ro /myfs → Memasang ulang (remount) filesystem dengan atribut hanya-baca (read-only).

Melihat Opsi mount

Untuk melihat daftar opsi lengkap yang bisa digunakan dengan mount, jalankan:

  • mount --help → Menampilkan berbagai opsi yang tersedia, termasuk opsi untuk membaca konfigurasi dari /etc/fstab.


umount

Perintah umount digunakan untuk melepaskan (unmount) sebuah filesystem yang sebelumnya telah dipasang dengan mount.

Format Umum:
umount [device-file | mount-point]

Cara Menggunakan umount

Beberapa contoh cara melepaskan filesystem:

  • Melepaskan filesystem dari direktori /home:
    umount /home

  • Melepaskan perangkat /dev/sda3:
    umount /dev/sda3

Catatan: Perintah yang benar adalah umount, bukan unmount.

Masalah Umum saat Menggunakan umount

Kesalahan umum saat menggunakan umount adalah "device is busy". Ini terjadi karena ada proses yang masih menggunakan filesystem tersebut, seperti:

  • Terminal masih terbuka dalam direktori yang sedang di-unmount → gunakan cd untuk keluar dari direktori tersebut.
  • Ada proses lain yang sedang berjalan di filesystem tersebut → gunakan fuser untuk melihat proses yang menggunakannya dan hentikan proses tersebut jika perlu.
  • Gunakan lsof untuk melihat daftar file yang sedang digunakan di filesystem tersebut.

Jika masih mengalami kendala, pastikan tidak ada pengguna lain yang sedang mengakses filesystem sebelum melakukan umount.


Network Shares (NFS)

Network File System (NFS) digunakan untuk menghubungkan dan me-mount sistem file jarak jauh melalui jaringan, sehingga terlihat seolah-olah berada di mesin lokal.

Sejarah dan Penggunaan

NFS dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 1989 dan terus diperbarui. Versi terbaru yang umum digunakan adalah NFSv4, yang telah diperbarui sejak tahun 2000. Selain NFS, sistem file jaringan lainnya termasuk AFS (Andrew File System) dan SMB/CIFS (Common Internet File System).

Cara Mount NFS

Mount filesystem NFS dapat dilakukan dengan perintah berikut:
sudo mount -t nfs myserver.com:/share /mnt/share

Atau dengan menambahkannya ke file /etc/fstab agar otomatis dimount saat booting:
myserver.com:/share /mnt/share nfs rsize=8192,wsize=8192,timeo=14,intr 0 0

Mengatasi Masalah Koneksi

Jika jaringan belum tersedia saat proses booting, gunakan opsi _netdev atau noauto untuk menghindari kegagalan mount. Alternatif lain adalah menggunakan autofs atau automount.

Untuk informasi lebih lanjut, gunakan perintah man nfs atau man mount.


Mounting at Boot dan /etc/fstab

Saat sistem melakukan booting, perintah mount -a dieksekusi untuk me-mount semua filesystem yang terdaftar di /etc/fstab.

Fungsi /etc/fstab

File /etc/fstab digunakan untuk mendefinisikan sistem file dan perangkat yang perlu dimount secara otomatis saat startup. File ini mencakup berbagai informasi, seperti:

  • Nama perangkat atau UUID
  • Lokasi mount point
  • Jenis filesystem (ext4, vfat, ntfs, dll.)
  • Opsi mount (seperti defaults, noatime, dll.)
  • Frekuensi backup dengan perintah dump
  • Opsi pemeriksaan filesystem dengan fsck

Contoh Konfigurasi /etc/fstab

LABEL=cloudimg-rootfs / ext4 defaults 0 0
LABEL=UEFI /boot/efi vfat defaults 0 0

Struktur /etc/fstab

  1. File System – UUID atau nama perangkat penyimpanan.
  2. Mount Point – Direktori tempat filesystem akan diakses.
  3. Tipe – Jenis sistem file seperti ext4, swap, ntfs, dll.
  4. Opsi – Parameter mount seperti defaults, ro, noatime, dll.
  5. Dump – Backup setting (0 = tidak dibackup, 1 = dibackup).
  6. Pass – Urutan pemeriksaan filesystem oleh fsck (0 = tidak dicek, 1 = root filesystem, 2 = lainnya).

Untuk melihat dan mengedit /etc/fstab, gunakan perintah cat /etc/fstab atau nano /etc/fstab.


df: Filesystem Usage

Perintah df digunakan untuk melihat penggunaan filesystem di Linux. Secara default, df menampilkan ukuran dalam satuan KB.

Perintah Dasar df

  • Menampilkan penggunaan filesystem: df
  • Menampilkan ukuran dalam format yang lebih mudah dibaca (MB/GB): df -h
  • Menampilkan tipe filesystem: df -T
  • Menampilkan informasi inode: df -i

Contoh Output df -hT

Filesystem yang ditampilkan dalam format human-readable bisa menunjukkan informasi seperti berikut:

Filesystem tipe ext4 memiliki ukuran 9.6GB dengan 5.4GB yang telah digunakan, sehingga masih tersedia 4.2GB dengan persentase penggunaan 57%. Partisi lainnya, seperti boot/efi dengan tipe vfat, memiliki ukuran 105MB dengan penggunaan 9.2MB dan sisa ruang sebesar 96MB. Selain itu, beberapa partisi lainnya menggunakan sistem file squashfs, yang umumnya digunakan untuk aplikasi snap di Ubuntu.

Penjelasan Kolom

  1. Filesystem – Nama perangkat atau partisi yang digunakan.
  2. Type – Jenis filesystem seperti ext4, tmpfs, atau squashfs.
  3. Size – Total ukuran partisi.
  4. Used – Kapasitas yang telah digunakan.
  5. Avail – Kapasitas yang masih tersedia.
  6. Use% – Persentase penggunaan disk.
  7. Mounted on – Lokasi mount point dalam sistem.

Perintah df sangat berguna untuk memantau kapasitas disk dan memastikan tidak ada partisi yang hampir penuh.


du: Disk Usage

Perintah du digunakan untuk melihat kapasitas dan penggunaan disk pada sistem Linux.

Perintah Dasar du

  • Menampilkan penggunaan disk pada direktori saat ini: du
  • Menampilkan semua file, bukan hanya direktori: du -a
  • Menampilkan ukuran dalam format yang lebih mudah dibaca (MB/GB): du -h
  • Menampilkan penggunaan disk untuk direktori tertentu: du -h namadirektori

Contoh Penggunaan

Salah satu perintah yang lebih kompleks menggunakan kombinasi find dan du:

Perintah find . -maxdepth 1 -type d -exec du -shx {} \; | sort -hr digunakan untuk:

  1. Mencari direktori dalam satu tingkat kedalaman.
  2. Menghitung penggunaan disk dari setiap direktori.
  3. Mengurutkan hasil berdasarkan ukuran terbesar ke terkecil.

Contoh output menunjukkan bahwa direktori .config memiliki ukuran 3.2GB, sementara direktori .cache hanya memiliki ukuran 4.0KB.

Perintah du sangat berguna untuk mengidentifikasi folder atau file yang menghabiskan banyak ruang pada sistem.


Using Swap

Linux menggunakan sistem memori virtual yang memungkinkan sistem operasi berfungsi seolah-olah memiliki lebih banyak memori daripada yang sebenarnya tersedia. Ini bekerja dalam dua cara utama:

  1. Banyak program tidak selalu menggunakan seluruh memori yang dialokasikan, karena teknik Copy On Write (COW) memungkinkan beberapa proses berbagi memori hingga terjadi perubahan.
  2. Jika tekanan memori tinggi, data dari area memori yang jarang digunakan akan dipindahkan ke swap dan diambil kembali saat diperlukan.

Memeriksa Swap

Ukuran swap yang direkomendasikan biasanya setara dengan total RAM. Untuk melihat swap yang sedang digunakan pada sistem, gunakan perintah:

  • cat /proc/swaps → Menampilkan daftar partisi atau file swap yang sedang aktif.
  • free -m → Menampilkan statistik penggunaan memori dan swap dalam megabyte.

Perintah Swap di Linux

  • mkswap→ Membuat partisi atau file swap baru.
  • swapon→ Mengaktifkan partisi atau file swap.
  • swapoff→ Menonaktifkan partisi atau file swap.

Linux mengoptimalkan penggunaan memori dengan menyimpan data sementara dalam cache sebelum menulisnya ke disk. Kernel Linux tidak akan menukar memori yang digunakan oleh dirinya sendiri ke dalam swap, berbeda dengan beberapa sistem operasi lainnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya