MODUL 15 NETWORK DEVICES AND CONFIGURATION (ADINUSA)
Kesimpulan dari Modul 15 ini adalah membahas berbagai aspek penting dalam administrasi jaringan di Linux. Modul ini mencakup pemahaman tentang perangkat jaringan (Network Devices) yang memiliki penamaan khusus, serta perintah seperti ip dan ifconfig untuk mengelola antarmuka jaringan. Dibahas juga sistem Predictable Network Interface Device Names (PNIDN) yang memastikan penamaan antarmuka lebih stabil. Selain itu, modul ini menjelaskan alat konfigurasi jaringan seperti Network Manager dengan nmtui dan nmcli, serta konsep routing, baik default maupun static routes. Terakhir, modul ini mencakup metode resolusi nama menggunakan DNS serta alat diagnostik jaringan seperti ping, traceroute, mtr, dig. Semua ini bertujuan untuk membantu administrator jaringan dalam mengelola dan mendiagnosis konektivitas sistem Linux secara lebih efisien.
Network Devices
- Definisi: Perangkat jaringan di Linux tidak memiliki file perangkat khusus di
/dev, tetapi dikenal berdasarkan namanya. - Penamaan Perangkat:
- Ethernet:
eth0,eth1,en0,en1, dll. - Nirkabel:
wlan0,wlan1,wlp3s0, dll. - Bridge Interfaces:
br0,br1, dll. - Virtual Devices:
vmnet0,vmnet1, dll.
- Ethernet:
- Sejarah Penamaan: Sebelumnya, perangkat virtual bisa dikaitkan dengan perangkat fisik menggunakan format seperti
eth0:0, tetapi metode ini sekarang tidak didukung oleh IPv6. - Masalah dalam Penamaan:
- Ketika ada banyak antarmuka jaringan dengan tipe yang sama, sulit untuk menentukan perangkat fisik mana yang cocok dengan setiap nama (
eth0,eth1). - Pada sistem modern, deteksi perangkat tidak selalu deterministik, sehingga urutan nama bisa berubah-ubah dengan konfigurasi kernel.
- Ketika ada banyak antarmuka jaringan dengan tipe yang sama, sulit untuk menentukan perangkat fisik mana yang cocok dengan setiap nama (
- Solusi:
- Mengasosiasikan alamat MAC dengan nama perangkat di file konfigurasi sistem.
- Meskipun metode ini efektif, tetap memiliki kekurangan, seperti perlunya penyesuaian manual dan potensi masalah jika alamat MAC tidak tetap.
ip Command
- Definisi:
ipadalah utilitas baris perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasi, mengontrol, dan memeriksa parameter antarmuka jaringan, perangkat kontrol, routing, dll. - Keunggulan:
- Lebih fleksibel dibandingkan
ifconfigkarena lebih efisien dan menggunakan netlink sockets daripada sistem panggilanioctl.
- Lebih fleksibel dibandingkan
- Fungsi Utama:
ipdapat digunakan untuk berbagai tugas, seperti mengelola perangkat jaringan, routing, dan tunneling. - Sintaks Dasar:ip [ OPTIONS ] OBJECT { COMMAND | help }ip [-force] -batch filename
- Opsi
-batchmemungkinkan perintah dieksekusi dari file tertentu.
- Opsi
- Objek Utama dalam
ip:OBJECT FUNCTION addressMengelola alamat IPv4 atau IPv6 pada perangkat jaringan
linkMengelola perangkat jaringan
maddressMengatur alamat multicast
monitorMengawasi pesan netlink
routeMengelola entri tabel routing
ruleMengelola aturan dalam database kebijakan routing
tunnelMengelola tunneling di atas IP
ifconfig (Interface Configuration)
-
Definisi:ifcongif adalah utilitas administrasi sistem yang ditemukan dalam sistem operasi berbasis UNIX yang digunakan untuk mengonfigurasi, mengontrol, dan memeriksa parameter antarmuka jaringan.
- Saat ini,
ifconfigtelah digantikan oleh perintahip, dan beberapa distribusi Linux tidak lagi menginstalnya secara default.
- Saat ini,
-
Perintah Dasar
ifconfig:- Menampilkan informasi semua antarmuka jaringan:
ifconfig - Menampilkan informasi hanya untuk antarmuka tertentu (misalnya
ens3):ifconfig ens3 - Mengatur alamat IP (contoh: 10.5.5.10 pada eth0):
sudo ifconfig eth0 10.5.5.10 - Mengatur netmask ke 255.255.255.0 (subnet mask 24-bit):
sudo ifconfig eth0 netmask 255.255.255.0 - Mengaktifkan antarmuka jaringan (
ens3):sudo ifconfig ens3 up - Menonaktifkan antarmuka jaringan (
ens3):sudo ifconfig ens3 down - Mengatur MTU (Maximum Transfer Unit) ke 1480 untuk
ens3:sudo ifconfig ens3 mtu 1480
-
Gambar Terminal:
- Contoh output perintah
ifconfigdalam terminal menunjukkan informasi seperti alamat IP, netmask, status antarmuka, jumlah paket yang dikirim/diterima, dan error yang terjadi.
- Contoh output perintah
ip sebagai penggantinya karena lebih fleksibel dan modern.
Predictable Network Interface Device Names (PNIDN)
- Definisi:PNIDN adalah sistem penamaan antarmuka jaringan yang lebih dapat diprediksi, terkait erat dengan udev dan systemd.
- Tujuan:
- Menghindari ketidakkonsistenan dalam penamaan perangkat jaringan (misalnya,
eth0bisa berubah saat reboot). - Memastikan bahwa nama antarmuka tetap konsisten berdasarkan lokasi fisik atau atribut perangkat keras.
- Menghindari ketidakkonsistenan dalam penamaan perangkat jaringan (misalnya,
5 Jenis Penamaan Antarmuka Jaringan dalam PNIDN:
- Menggunakan nomor indeks firmware atau BIOS untuk perangkat on-board
- Contoh:
eno1
- Contoh:
- Menggunakan nomor indeks firmware atau BIOS PCI
- Contoh:
ens1
- Contoh:
- Menggunakan lokasi fisik perangkat keras dalam koneksi
- Contoh:
enp2s0
- Contoh:
- Menggunakan alamat MAC perangkat
- Contoh:
enx83731de4a6da
- Contoh:
- Menggunakan nama klasik (legacy)
- Contoh:
eth0
- Contoh:
Contoh Implementasi pada Sistem dengan Antarmuka PCI
-
Sebuah perangkat yang sebelumnya dikenal sebagai
ens3bisa ditemukan dengan perintah:ip link showOutput akan menampilkan nama antarmuka jaringan yang sesuai.
-
Untuk melihat korelasi antara nama perangkat dan lokasi fisik di sistem PCI:
lspci | grep -i ethernetOutput ini akan menampilkan informasi terkait kartu jaringan dan lokasi fisiknya di bus PCI.
-
Nama perangkat nirkabel yang sebelumnya
wlan0bisa ditemukan dengan:lspci | grep Centrino
Kesimpulan
- Penamaan antarmuka jaringan dalam Linux kini lebih dapat diprediksi dan stabil.
- Namun, pengguna masih bisa menonaktifkan skema ini dan kembali menggunakan nama klasik seperti
eth0, jika diinginkan.
Network Configuration Tools
-
File Konfigurasi NIC:
- Red Hat:
/etc/sysconfig/network-scripts/ - Debian:
/etc/network/interfaces - SUSE:
/etc/sysconfig/network - Sistem Linux modern lebih banyak menggunakan Network Manager untuk konfigurasi jaringan.
- Red Hat:
-
Network Manager:
- Awalnya, koneksi jaringan bersifat statis dan hanya diatur saat booting.
- Dengan semakin banyaknya koneksi nirkabel dan perangkat plug-and-play, diperlukan sistem konfigurasi jaringan yang lebih fleksibel.
- Network Manager memungkinkan konfigurasi yang lebih dinamis dan kompatibel di berbagai distribusi Linux.
Network Manager Interfaces
-
nmtui (Network Manager Text User Interface):
- Antarmuka berbasis teks untuk mengelola koneksi jaringan.
- Memungkinkan pengguna menambah, mengedit, atau menghapus koneksi jaringan dengan navigasi yang mudah.
- Dapat digunakan untuk mengatur hostname sistem.
-
nmcli (Network Manager Command Line Interface):
- Alat berbasis perintah untuk mengelola jaringan menggunakan terminal.
- Memiliki berbagai opsi untuk melihat status jaringan, mengatur koneksi, dan mengontrol perangkat jaringan.
- Contoh perintah:nmcli --helpnmcli connection shownmcli device status
Kesimpulan
- Linux menggunakan nama antarmuka jaringan yang lebih dapat diprediksi berdasarkan lokasi perangkat keras.
- Konfigurasi jaringan bervariasi antar distribusi Linux, tetapi Network Manager menjadi standar untuk pengelolaan jaringan yang lebih fleksibel.
- Alat utama dalam Network Manager adalah nmtui (berbasis GUI teks) dan nmcli (berbasis perintah CLI).
Routing di Linux
1. Pengertian Routing
Routing adalah proses menentukan jalur dalam jaringan untuk mengirim lalu lintas data. Tabel routing menyimpan daftar rute ke berbagai jaringan dan host, serta menentukan ke mana lalu lintas dikirim. Untuk melihat tabel routing, perintah yang dapat digunakan adalah:
route -nip route
2. Default Route
Default route adalah rute yang digunakan jika tidak ada kecocokan lain dalam tabel routing untuk mencapai jaringan tujuan.
- Default route dapat dikonfigurasi secara dinamis dengan DHCP atau secara manual (statis).
- Contoh konfigurasi menggunakan
nmcli:sudo nmcli con mod virbr0 ipv4.routes 178.112.8.7/24 ipv4.gateway 10.101.0.0 - Konfigurasi juga bisa dilakukan secara langsung pada file:
- Red Hat:
/etc/sysconfig/networkdengan menambahkanGATEWAY=x.x.x.x - Debian:
/etc/network/interfacesdengan menambahkangateway x.x.x.x
- Red Hat:
- Konfigurasi ini dapat diterapkan secara langsung menggunakan:
sudo route add default gw 192.168.1.10 eth0Namun, perubahan ini tidak akan bertahan setelah restart sistem.
3. Static Routes
Static route digunakan untuk mengontrol aliran paket ketika ada lebih dari satu router atau banyak antarmuka jaringan. Static route dapat bersifat persistent atau non-persistent.
- Menambahkan static route secara non-persistent:
sudo ip route add 10.5.0.0/16 via 192.168.1.100 - Konfigurasi static route pada sistem Red Hat:Edit file
/etc/sysconfig/network-scripts/route-ethXdan tambahkan:10.5.0.0/16 via 172.17.9.1 - Konfigurasi pada sistem Debian:Tambahkan dalam file
/etc/network/interfaces:iface eth1 inet dhcppost-up route add -host 10.1.2.51 eth1post-up route add -host 10.1.2.52 eth1 - Konfigurasi pada sistem SUSE:Edit atau buat file
/etc/sysconfig/network/route-eth0dan tambahkan:192.168.1.150 192.168.1.1 255.255.255.255 eth010.1.1.150 192.168.233.1 eth010.1.1.0/24 192.168.1.1 eth0
Static routes memungkinkan administrator jaringan untuk mengarahkan lalu lintas ke jalur tertentu berdasarkan kebijakan yang telah ditentukan, yang berguna dalam mengelola konektivitas antar jaringan dan mengoptimalkan lalu lintas data.
Name Resolution (Resolusi Nama)
Name resolution adalah proses menerjemahkan nama host menjadi alamat IP. Ada dua cara utama untuk melakukan resolusi nama:
- Static name resolution menggunakan file
/etc/hosts. - Dynamic name resolution menggunakan server DNS.
Beberapa perintah yang dapat digunakan untuk memeriksa resolusi IP suatu hostname:
dig→ Menampilkan informasi paling lengkap dan memiliki banyak opsi.host→ Lebih ringkas dibandingdig.nslookup→ Terlihat lebih lama digunakan, tetapi masih relevan.
Konfigurasi /etc/hosts
File /etc/hosts menyimpan pemetaan statis antara alamat IP dan hostname. Contoh isi /etc/hosts:
127.0.0.1 localhost::1 ip6-localhost ip6-loopback
File ini digunakan untuk keperluan lokal dan kecil sebelum sistem mencoba menggunakan DNS untuk resolusi nama.
DNS (Domain Name System)
Jika sistem tidak menemukan resolusi nama di /etc/hosts, maka akan menggunakan server DNS.
Konfigurasi DNS di Linux
Konfigurasi DNS ada dalam file /etc/resolv.conf, contoh:
nameserver 8.8.8.8nameserver 127.0.0.53options edns0 trust-ad
nameservermenentukan server DNS yang akan digunakan.- File ini bisa dikonfigurasi manual atau diperbarui oleh DHCP.
- Sebagian besar sistem modern menggunakan
/etc/hosts.resolvyang dibuat secara otomatis oleh NetworkManager.
Proses Kerja DNS
- Komputer mengirim permintaan pencarian nama domain ke server DNS.
- Server DNS mencari alamat IP yang sesuai dengan nama domain.
- Jika ditemukan, IP dikembalikan ke komputer peminta.
- Jika tidak ditemukan, DNS dapat meneruskan permintaan ke server lain sampai jawaban diperoleh.
Rangkuman: Network Diagnostics
Network diagnostics adalah kumpulan utilitas dasar yang digunakan untuk mendiagnosis koneksi jaringan. Beberapa perintah utama yang digunakan dalam diagnostik jaringan meliputi:
1. ping
- Mengirim paket kecil ke host tujuan dan melaporkan waktu yang diperlukan untuk mencapainya dalam milidetik (ms).
- Berguna untuk mengecek apakah suatu host dapat dijangkau dan mengukur latensi.
2. traceroute
- Menampilkan jalur yang dilalui paket dari komputer ke tujuan.
- Menunjukkan setiap "hop" (lompatan) yang dilewati serta waktu yang dibutuhkan untuk setiap hop.
- Membantu menganalisis jalur jaringan dan mengidentifikasi bottleneck atau masalah rute.
3. mtr
- Kombinasi dari
pingdantraceroute, memberikan tampilan real-time tentang jalur jaringan. - Menampilkan statistik yang terus diperbarui mengenai latensi dan paket yang hilang.
4. dig
- Digunakan untuk pengujian DNS, memeriksa bagaimana suatu domain diterjemahkan menjadi alamat IP.
- Alternatif lain termasuk
hostdannslookup.
Utilitas ini sangat berguna bagi administrator jaringan untuk mendeteksi dan menyelesaikan masalah konektivitas.


Komentar
Posting Komentar