MODUL 14 NETWORK ADDRESS (ADINUSA)


IP Addresses

Alamat IP digunakan untuk mengidentifikasi perangkat secara unik dalam jaringan, termasuk internet. Alamat ini didaftarkan melalui ISP (Internet Service Provider) dan terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. IPv4

    • Menggunakan format 32-bit, terdiri dari 4 oktet (1 oktet = 8 bit).
    • Contoh: 148.114.252.10
    • IPv4 adalah jenis yang paling umum digunakan saat ini.
  2. IPv6

    • Menggunakan format 128-bit, terdiri dari 8 pasang oktet 16-bit.
    • Contoh: 2003:0db5:6123:0000:1f4f:0000:5629:fe23
    • Dirancang untuk menggantikan IPv4 karena ketersediaan alamat yang lebih luas.

Selain itu, ada juga sekumpulan alamat yang dicadangkan (reserved addresses) yang digunakan untuk keperluan tertentu, seperti jaringan pribadi dan loopback. Modul ini lebih fokus pada IPv4 karena masih menjadi standar yang paling banyak digunakan saat ini.


IPv4 Address Types

Dalam sistem IPv4, terdapat beberapa jenis alamat IP yang memiliki fungsi berbeda:

  1. Unicast

    • Alamat yang terkait dengan satu host tertentu dalam jaringan.
    • Contoh: 140.211.169.4 atau 64.254.248.193.
  2. Network

    • Alamat yang bagian host-nya diatur ke nol dalam biner.
    • Contoh: 192.168.1.0 (dengan host portion diatur menjadi nol).
  3. Broadcast

    • Alamat yang memungkinkan pengiriman data ke semua perangkat dalam jaringan tertentu.
    • Contoh: 172.16.255.255, 148.114.255.255, atau 192.168.1.255.
    • Ditandai dengan semua bit di bagian host diset ke 1.
  4. Multicast

    • Alamat yang digunakan untuk mengirim data ke sekelompok perangkat tertentu dalam jaringan.
    • Contoh: 224.0.0.2.
    • Hanya perangkat yang dikonfigurasi untuk mendengarkan alamat multicast tertentu yang akan menerima paket tersebut.


Reserved Addresses (Alamat IP yang Direservasi)

Beberapa alamat IP dan rentang alamat tertentu dicadangkan untuk keperluan khusus. Berikut adalah contohnya:

1. 127.x.x.x (Loopback Address)

  • Digunakan untuk komunikasi dalam sistem lokal (localhost).
  • Biasanya digunakan 127.0.0.1, tetapi rentangnya adalah 127.0.0.0 – 127.255.255.255.

2. 0.0.0.0

  • Digunakan oleh sistem yang belum mengetahui alamat IP mereka sendiri.
  • Sering digunakan oleh protokol seperti DHCP dan BOOTP saat perangkat meminta alamat IP dari server.

3. 255.255.255.255 (Broadcast Address)

  • Digunakan untuk mengirim data ke semua perangkat dalam jaringan yang sama.
  • Tidak dapat dirutekan di internet dan hanya digunakan dalam jaringan lokal.

4. Other Reserved Addresses (Alamat yang Direservasi Lainnya)

  • 10.0.0.0 – 10.255.255.255 → Digunakan untuk jaringan privat.
  • 172.16.0.0 – 172.31.255.255 → Juga digunakan untuk jaringan privat.
  • 192.168.0.0 – 192.168.255.255 → Digunakan untuk komunikasi dalam jaringan lokal (misalnya, Wi-Fi rumah).

Alamat-alamat ini tidak dapat digunakan sebagai alamat publik di internet dan berfungsi untuk komunikasi dalam jaringan internal.


IPv6 Address Types (Jenis Alamat IPv6)

IPv6 memiliki beberapa jenis alamat dengan fungsi yang berbeda:

1. Unicast

  • Paket dikirim ke satu antarmuka (interface) tertentu.
  • Link-local → Dikembangkan secara otomatis untuk setiap antarmuka. Tidak dapat dirutekan.
  • Global → Diberikan secara dinamis atau manual. Dapat dirutekan di internet.
  • Reserved for documentation → Dicadangkan untuk keperluan dokumentasi.

2. Multicast

  • Paket dikirim ke beberapa antarmuka sekaligus (mirip dengan multicast di IPv4).

3. Anycast

  • Paket dikirim ke antarmuka terdekat dari beberapa pilihan yang tersedia (berdasarkan jarak routing).

4. IPv4-Mapped

  • Digunakan untuk merepresentasikan alamat IPv4 dalam format IPv6.
  • Contoh: ::FFFF:a.b.c.d/96

Selain itu, IPv6 juga memiliki alamat khusus seperti loopback, yang diberikan ke antarmuka lo, dengan alamat ::1/128.

IPv6 lebih fleksibel dan memiliki cakupan lebih luas dibandingkan IPv4, terutama dalam hal jumlah alamat yang tersedia. 


Kelas Alamat IPv4 (IPv4 Address Classes)

Secara historis, alamat IP dibagi menjadi beberapa kelas untuk membantu dalam routing jaringan.

Kelas A

  • Rentang Oktet Pertama: 1 - 127
  • Jumlah Jaringan: 128 jaringan
  • Jumlah Host per Jaringan: 16.772.214 host
  • Catatan: 127.x.x.x dicadangkan untuk loopback

Kelas B

  • Rentang Oktet Pertama: 128 - 191
  • Jumlah Jaringan: 16.384 jaringan
  • Jumlah Host per Jaringan: 65.534 host

Kelas C

  • Rentang Oktet Pertama: 192 - 223
  • Jumlah Jaringan: 2.097.152 jaringan
  • Jumlah Host per Jaringan: 254 host

Kelas D

  • Rentang Oktet Pertama: 224 - 239
  • Digunakan untuk multicast

Kelas E

  • Rentang Oktet Pertama: 240 - 255
  • Dicadangkan untuk keperluan eksperimental

Sistem kelas ini sudah jarang digunakan sejak diperkenalkannya CIDR (Classless Inter-Domain Routing), yang memungkinkan pembagian alamat IP lebih fleksibel.


Netmask dalam Jaringan

Netmask digunakan untuk menentukan seberapa banyak bagian dari alamat IP yang digunakan untuk jaringan dan seberapa banyak yang digunakan untuk host. Netmask juga membantu menentukan alamat jaringan dan broadcast.

Tabel Netmask Berdasarkan Kelas IP

Kelas Jaringan Desimal Hex Biner
A         255.0.0.0         ff:00:00:00         11111111 00000000 00000000 00000000
B         255.255.0.0         ff:ff:00:00         11111111 11111111 00000000 00000000
C         255.255.255.0         ff:ff:ff:00         11111111 11111111 11111111 00000000

Cara Menentukan Alamat Jaringan

Alamat jaringan diperoleh dengan melakukan operasi logika AND antara alamat IP dan netmask.

Contoh:

IP Address: 172.16.2.17
Netmask: 255.255.0.0

Operasi AND:

172.16.2.17 (IP Address)  
255.255.0.0 (Netmask)  
--------------------  
172.16.0.0 (Network Address)  

Alamat 172.16.0.0 adalah alamat jaringan, sehingga semua perangkat dalam jaringan ini dapat saling berkomunikasi.


Mengatur Hostname di Linux

Hostname adalah label yang digunakan untuk membedakan perangkat dalam jaringan. Dalam DNS, hostname biasanya diakhiri dengan domain sehingga membentuk Fully Qualified Domain Name (FQDN), misalnya:

antje.linuxfoundation.org.

Melihat Hostname Saat Ini

Gunakan perintah berikut untuk melihat hostname perangkat:

$ hostname

Contoh output:

wally

Mengubah Hostname Sementara

Untuk mengubah hostname sementara (tidak bertahan setelah reboot), gunakan:

$ sudo hostname <nama_baru>

Mengubah Hostname Secara Permanen

Agar perubahan tetap berlaku setelah reboot, gunakan hostnamectl (bagian dari systemd):

$ sudo hostnamectl set-hostname <nama_baru>

Melihat Detail Hostname dan Sistem

Gunakan perintah berikut untuk melihat informasi sistem terkait hostname:

$ hostnamectl

Contoh output:

Static hostname: wally
       Icon name: computer-vm
         Chassis: vm
      Machine ID: f9c39da223bd4939b8742658a54ace55
         Boot ID: c80b58f2026b46d693a38c847b887f34
  Virtualization: kvm
Operating System: Ubuntu 20.04.1 LTS
          Kernel: Linux 5.4.0-60-generic
    Architecture: x86-64

Mengubah Hostname di File Konfigurasi (Metode Lama)

Pada sistem berbasis Red Hat, hostname disimpan di:

/etc/sysconfig/network

Pada sistem berbasis Debian, hostname disimpan di:

/etc/hostname

Namun, pada sistem modern, disarankan menggunakan hostnamectl.

Melihat Bantuan untuk hostnamectl

Gunakan perintah berikut untuk melihat opsi yang tersedia:

$ hostnamectl --help

.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya