MODUL 11 KERNEL SERVICES AND CONFIGURATION (ADINUSA)

 

Modul 11 membahas tentang layanan dan konfigurasi kernel dalam sistem Linux. Materi yang dijelaskan mencakup peran utama kernel dalam sistem serta bagaimana kernel menjalankan tugasnya. Selain itu, dijelaskan pula tentang parameter yang dapat diatur pada kernel saat booting melalui kernel command line untuk mengontrol perilaku sistem. Pengaturan kernel boot parameters juga dibahas, termasuk konfigurasi seperti sistem file root, mode read-only, alokasi memori untuk crash, bahasa sistem, dan tampilan boot. Selain itu, modul ini menjelaskan penggunaan sysctl untuk mengatur parameter kernel, baik untuk satu kali boot maupun secara permanen. Dengan memahami materi ini, pengguna dapat mengoptimalkan kinerja sistem Linux sesuai dengan kebutuhan. 

Kernel Overview

Kernel adalah bagian inti dari sistem operasi yang berfungsi sebagai penghubung antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Kernel mengatur sumber daya sistem seperti memori, CPU, dan perangkat penyimpanan agar bisa digunakan oleh aplikasi dan layanan yang berjalan di dalam sistem.

Tugas utama kernel meliputi:

  • Menjalankan proses booting sistem
  • Mengatur jadwal eksekusi proses
  • Mengelola penggunaan memori
  • Mengontrol akses perangkat keras
  • Mengatur input dan output data antara aplikasi dan perangkat penyimpanan
  • Menangani sistem file lokal maupun jaringan
  • Mengatur keamanan sistem dan hak akses
  • Mengelola koneksi jaringan

Tanpa kernel, sistem operasi tidak dapat berfungsi dengan baik karena tidak ada yang mengatur komunikasi antara software dan hardware.


Kernel Command Line

Saat komputer menyala, sistem akan menerima berbagai perintah yang disebut Kernel Command Line. Perintah ini biasanya terdapat dalam file konfigurasi GRUB dan digunakan untuk menentukan bagaimana kernel akan berjalan.

Beberapa contoh perintah yang biasa digunakan dalam Kernel Command Line adalah:

  • root=UUID=xxx → Menentukan lokasi utama sistem operasi.
  • ro → Mengatur sistem file dalam mode read-only saat booting.
  • quiet → Menyembunyikan pesan boot agar tampilan lebih bersih.
  • crashkernel=xxx → Mengalokasikan memori untuk menangani crash sistem.
  • rhgb → Mengaktifkan tampilan grafis saat booting.

File konfigurasi ini biasanya bisa ditemukan di direktori /boot/grub atau /boot/efi/EFI/centos/grub.cfg. Semua opsi setelah vmlinuz bersifat opsional, dan perintah yang tidak dikenali oleh kernel akan diteruskan ke init, yaitu proses pertama yang dijalankan oleh sistem.


Kernel Boot Parameters

Kernel Boot Parameters adalah kumpulan perintah yang diberikan ke kernel saat sistem mulai dijalankan. Parameter ini berfungsi untuk mengatur berbagai aspek booting, seperti sistem file, tampilan, bahasa, dan lainnya.

Berikut beberapa contoh parameter dan fungsinya:

  • root= → Menentukan lokasi sistem file utama.
  • ro → Mengatur sistem file dalam mode read-only saat booting.
  • vconsole.keymap= → Menentukan jenis keyboard yang digunakan di konsol.
  • crashkernel= → Menentukan jumlah memori yang dialokasikan untuk menangani crash.
  • vconsole.font= → Menentukan jenis font yang digunakan di konsol.
  • rhgb → Mengaktifkan tampilan grafis saat booting.
  • quiet → Menyembunyikan sebagian besar pesan boot agar tampilan lebih rapi.
  • LANG= → Menentukan bahasa sistem.

Semua parameter ini diletakkan di akhir baris kernel dan dipisahkan dengan spasi. Setiap parameter memiliki peran penting untuk memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan.



.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya