MODUL 10 LOGICAL VOLUME MANAGEMENT (LVM)


Modul 10 membahas Logical Volume Management (LVM), sistem manajemen penyimpanan yang fleksibel dan efisien. Materi mencakup konsep Physical Volume (PV), Volume Group (VG), dan Logical Volume (LV), serta cara menampilkan, membuat, dan mengubah ukuran logical volume. LVM memiliki keunggulan seperti kemudahan pengelolaan, fleksibilitas dalam menambah atau mengurangi kapasitas, serta dukungan untuk RAID dan striping guna meningkatkan peforma. Dengan LVM, pengelolaan penyimpanan menjadi lebih dinamis dibandingkan metode partisi tradisional.

Logical Volume Management (LVM)

 Logical Volume Management (LVM) adalah sistem yang memungkinkan pembagian penyimpanan menjadi beberapa bagian virtual, yang disebut logical volume. Dengan LVM, kita bisa dengan mudah mengubah ukuran partisi, menambah ruang penyimpanan, dan mengatur ulang data.

Cara Kerja LVM:

  1. Physical Volume (PV): Merupakan partisi fisik atau disk yang digunakan dalam LVM.
  2. Volume Group (VG): Kumpulan dari satu atau lebih physical volume yang digabungkan menjadi satu kesatuan.
  3. Logical Volume (LV): Bagian dari volume group yang bertindak seperti partisi biasa dan bisa diformat dengan sistem file.

Keunggulan LVM:

  • Mudah Dikelola: Ukuran partisi bisa diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan tanpa menghapus data.
  • Fleksibel: Bisa menggabungkan banyak disk menjadi satu penyimpanan besar.
  • Mendukung RAID: Bisa digunakan bersamaan dengan RAID untuk meningkatkan keandalan data.
  • Efisiensi Kinerja: Dengan fitur striping, data bisa dibagi ke beberapa disk untuk meningkatkan kecepatan akses.

LVM sering digunakan di server dan sistem yang membutuhkan manajemen penyimpanan yang dinamis.


Volumes dan Volume Groups dalam LVM

Dalam LVM, partisi diubah menjadi physical volume (PV), lalu beberapa physical volume dikelompokkan dalam volume group (VG). Setiap volume group dapat memiliki satu atau lebih logical volume (LV) yang berfungsi sebagai partisi virtual.

Struktur LVM

  1. Physical Drives: Disk fisik utama, misalnya /dev/sdb dan /dev/sdc.
  2. Partitions: Partisi dalam disk, misalnya /dev/sdb1, /dev/sdb2/dev/sdb, /dev/sdc1 dan /dev/sdc2.
  3. Physical Volumes (PV): Partisi yang dikonversi menjadi physical volume.
  4. Volume Groups (VG): Kumpulan dari beberapa physical volume. Contoh: primary_vg.
  5. Logical Volumes (LV): Dibuat dari volume group dan dapat diformat dengan sistem file seperti ext3 atau xfs. Contoh: /dev/primary_vg/home_lv dan /dev/primary_vg/data_lv.
  6. File Systems: Logical volume yang diformat agar bisa digunakan oleh sistem, seperti  /home (ext3) dan  /data (xfs).

Keuntungan LVM

  • Dapat dengan mudah menambah atau mengurangi ukuran logical volume.
  • Penyimpanan lebih fleksibel dibandingkan partisi biasa.
  • Dapat menggabungkan beberapa disk menjadi satu penyimpanan besar.

Perintah Dasar LVM

  • vgcreate: Membuat volume group.
  • vgextend: Menambah physical volume ke volume group.
  • vgreduce: Menghapus physical volume dari volume group.
  • pvcreate: Mengubah partisi menjadi physical volume.
  • pvdisplay: Menampilkan physical volume yang digunakan.
  • pvmove: Memindahkan data antar physical volume.
  • pvremove: Menghapus physical volume.

LVM mempermudah manajemen penyimpanan, terutama pada sistem dengan banyak disk atau kebutuhan fleksibilitas tinggi.


Logical Volumes Utilities

Logical volume utilities adalah kumpulan perintah yang digunakan untuk mengelola logical volume dalam sistem LVM (Logical Volume Manager). Semua perintah ini diawali dengan lv dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat, mengubah, atau menghapus logical volume.

Daftar Perintah Logical Volume

  • lvcreate → Membuat logical volume baru.
  • lvextend → Menambah ukuran logical volume yang sudah ada.
  • lvreduce → Mengurangi ukuran logical volume.
  • lvremove → Menghapus logical volume.
  • lvrename → Mengubah nama logical volume.
  • lvdisplay → Menampilkan informasi tentang logical volume.
  • lvs → Menampilkan daftar logical volume dalam sistem.

Physical Volume Utilities

Selain logical volume, terdapat juga perintah untuk mengelola physical volume dalam LVM. Semua perintah ini diawali dengan pv dan digunakan untuk menangani disk atau partisi yang digunakan dalam volume group.

Daftar Perintah Physical Volume

  • pvcreate → Mengubah partisi menjadi physical volume.
  • pvdisplay → Menampilkan informasi tentang physical volume.
  • pvmove → Memindahkan data dari satu physical volume ke yang lain.
  • pvremove → Menghapus physical volume dari sistem.
  • pvs → Menampilkan daftar physical volume dalam sistem.

Semua utilitas ini biasanya berada di direktori /sbin/ dan merupakan bagian penting dari manajemen penyimpanan berbasis LVM.


Membuat Logical Volumes (LV) di LVM

Logical Volume (LV) adalah bagian dari Logical Volume Manager (LVM) yang memungkinkan manajemen penyimpanan lebih fleksibel dibandingkan partisi tradisional.

Langkah-langkah Membuat Logical Volume

  1. Membuat partisi dengan tipe 8e (Linux LVM) menggunakan tool seperti fdisk.
  2. Mengubah partisi menjadi Physical Volume (PV) agar bisa digunakan dalam LVM.
  3. Membuat Volume Group (VG) dari physical volume yang telah dibuat.
  4. Membuat Logical Volume (LV) di dalam volume group dengan ukuran yang diinginkan.
  5. Memformat Logical Volume agar dapat digunakan untuk menyimpan data, misalnya dengan sistem file ext4.
  6. Membuat direktori untuk mount point agar logical volume bisa diakses.
  7. Mount Logical Volume ke dalam sistem agar bisa digunakan.
  8. Menambahkan informasi ke /etc/fstab agar logical volume tetap terpasang setelah reboot.

Dengan menggunakan LVM, pengguna bisa lebih mudah mengelola penyimpanan, termasuk memperbesar atau mengecilkan volume tanpa perlu memformat ulang seluruh disk.


Menampilkan Logical Volume di LVM

Untuk melihat informasi mengenai Logical Volume Manager (LVM), terdapat beberapa perintah yang dapat digunakan:

  1. Melihat Physical Volume (PV)

    • Physical Volume adalah partisi atau perangkat penyimpanan yang digunakan dalam LVM.
    • Informasi mengenai physical volume dapat ditampilkan untuk melihat daftar atau detail dari physical volume tertentu.
  2. Melihat Volume Group (VG)

    • Volume Group adalah kumpulan dari satu atau lebih physical volume yang membentuk ruang penyimpanan LVM.
    • Dengan menampilkan volume group, pengguna dapat melihat daftar atau detail dari setiap volume group yang tersedia.
  3. Melihat Logical Volume (LV)

    • Logical Volume adalah bagian dari volume group yang bertindak seperti partisi biasa.
    • Informasi mengenai logical volume dapat ditampilkan untuk melihat daftar atau detail dari logical volume tertentu.

Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat mengelola penyimpanan dengan lebih fleksibel dan efisien dalam sistem berbasis Linux.


Mengubah Ukuran Logical Volume di LVM

Salah satu keuntungan menggunakan LVM (Logical Volume Manager) adalah kemampuannya untuk dengan mudah mengubah ukuran logical volume. Berbeda dengan partisi biasa yang sulit untuk diubah ukurannya, LVM memungkinkan penambahan atau pengurangan kapasitas tanpa perlu menyesuaikan tata letak fisik disk.

Perluasan (Menambah Ukuran)

  • Untuk memperbesar logical volume, perlu dilakukan dalam dua tahap. Pertama, logical volume diperbesar, lalu sistem file di dalamnya juga diperluas agar dapat menggunakan ruang tambahan tersebut.
  • Beberapa sistem file memungkinkan ekspansi saat sedang digunakan tanpa perlu unmount.

Penyusutan (Mengurangi Ukuran)

  • Sebelum mengecilkan logical volume, sistem file di dalamnya harus diperkecil terlebih dahulu, baru kemudian ukuran logical volume dikurangi.
  • Saat proses ini dilakukan, sistem file harus dalam kondisi tidak ter-mount.

Pengurangan Volume Group

  • Selain logical volume, volume group juga bisa dikurangi dengan menghapus physical volume tertentu dari dalamnya.

Dengan fleksibilitas ini, LVM sangat berguna dalam pengelolaan ruang penyimpanan di sistem berbasis Linux.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya