MODUL 6 SYSTEM MONITORING (ADINUSA)

 

Modul 6 bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam memantau kinerja sistem Linux. Peserta akan belajar menggunakan berbagai alat untuk memantau proses, penggunaan memori, dan sumber daya lainnya untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.

1. Monitoring Tools: Memperkenalkan alat yang tersedia untuk memantau kinerja sistem.

Monitoring Tools di Linux

Linux memiliki berbagai alat untuk memantau sistem, terutama melalui command line. Informasi sistem disimpan dalam pseudo-filesystems seperti /proc dan /sys. Beberapa alat pemantauan utama meliputi:

Pemantauan Proses & Beban Sistem
  • top, ps, uptime → Memantau proses dan aktivitas sistem.
  • pstree → Menampilkan hubungan antar proses.
  • mpstat, iostat, sar → Memantau penggunaan CPU dan aktivitas sistem.

Pemantauan Memori

  • free → Ringkasan penggunaan memori.
  • vmstat → Statistik memori virtual dan I/O.
  • pmap → Peta penggunaan memori proses.

Pemantauan I/O

  • iostat, sar, vmstat → Statistik CPU dan I/O sistem.

Pemantauan Jaringan

  • netstat, iptraf → Statistik dan informasi jaringan.
  • tcpdump, wireshark → Analisis paket jaringan.

2. Viewing Process States with ps: Menggunakan perintah "ps" untuk melihat proses yang sedang berjalan.

Perintah ps digunakan untuk melihat proses yang sedang berjalan di Linux. Ini berguna untuk mengecek program yang aktif dan mengetahui detailnya.

Beberapa Perintah ps yang Sering Digunakan

  • ps aux         → Menampilkan semua proses yang berjalan.
  • ps -elf          → Menampilkan proses dengan detail lebih lengkap.
  • ps -eL          → Menampilkan semua proses beserta thread-nya.
  • ps -c "bash" → Menampilkan proses tertentu, misalnya bash.
Jenis opsi ps:
  1. UNIX options → Harus diawali dengan tanda -, misalnya ps -e.
  2. BSD options → Tidak memakai -, misalnya ps aux.
  3. GNU long options → Harus diawali dengan --, misalnya ps --forest.

Menyesuaikan Output ps

Dengan opsi -o, kita bisa memilih informasi yang ingin ditampilkan, contohnya:

ps -o pid, user, uid, priority, cputime, pmem, size, command

Perintah ini akan menampilkan PID (ID proses), USER (pengguna), prioritas, waktu CPU, dan memori yang digunakan proses.

Menggunakan ps -elf

  Perintah ini memberikan informasi lebih detail, seperti status proses, CPU, memori, ID proses, dan command yang dijalankan.


3. Top: Alat pemantauan proses secara real-time yang menampilkan penggunaan sumber daya sistem.

  Perintah top digunakan untuk menampilkan proses yang menggunakan CPU tertinggi di sistem Linux. Secara default, proses ditampilkan dalam urutan penggunaan CPU tertinggi.

Fitur top:
  • Menampilkan informasi sistem secara real-time (CPU, RAM, proses).
  • Menghentikan atau mengirim sinyal ke proses, misalnya dengan menekan k lalu memasukkan PID.
  • Menyaring dan mengurutkan proses berdasarkan kriteria tertentu.

Cara Menggunakan top
  1. Jalankan perintah top di terminal.
  2. Tekan h untuk melihat daftar pintasan keyboard.
  3. Gunakan Ctrl+C untuk keluar dari tampilan top.

Tampilan top akan diperbarui setiap 5 detik (dapat dikonfigurasi), dan terus berjalan hingga dihentikan oleh pengguna.


4. Htop: Versi yang lebih baik dari `top` dengan antarmuka yang ramah pengguna.

  Htop adalah alat untuk memantau sistem, melihat proses yang berjalan, dan mengelola proses di sistem berbasis Unix. Htop lebih fleksibel dibandingkan top karena menampilkan semua proses dalam bentuk pohon dan menggunakan warna untuk menunjukkan statistik pemakaian sumber daya.

Cara Menggunakan Htop:

1. Instalasi:

  • Ubuntu/Debian: sudo apt-get install htop
  • Fedora: sudo dnf install htop
  • CentOS: sudo yum install epel-release -> sudo yum install htop
2. Menjalankan Htop: Ketik "htop" di terminal untuk melihat proses yang berjalan.

Fitur Htop:

  • Uptime → Menunjukkan sudah berapa lama sistem berjalan.
  • Load Average → Menunjukkan rata-rata jumlah proses yang berjalan dalam periode waktu tertentu.
  • PID (Process ID) → Nomor unik yang diberikan ke setiap proses.
  • Process Tree → Menampilkan hubungan antara proses induk dan anak.
  • User → Menunjukkan pemilik setiap proses.
  • Process State → Status proses, seperti:
    1. R (Running) → Sedang berjalan atau menunggu giliran.
    2. S (Sleeping) → Dalam mode tidur dan menunggu event.
    3. D (Disk Sleep) → Tidak bisa dibangunkan dari tidur.
    4. Z (Zombie) → Proses mati tetapi belum dihapus induknya.
    5. T (Stopped) → Dihentikan dengan sinyal kontrol.
    6. X (Dead) → Proses sudah mati.

Fungsi Lainnya:

  • Process Time → Waktu CPU yang digunakan oleh suatu proses.
  • Niceness & Priority → Mengatur prioritas suatu proses dalam CPU.
  • Memory Usage → Menampilkan penggunaan memori sistem dengan kode warna:
    1. Hijau → Memori yang digunakan.
    2. Biru → Buffer.
    3. Oranye → Cache.

5. More on /proc: Menjelajahi sistem file `/proc` untuk informasi tentang proses dan sistem.

  /proc adalah sistem berkas virtual yang digunakan sebagai antarmuka untuk data struktur kernel. Direktori /proc berisi subdirektori untuk setiap proses aktif, yang dinamai berdasarkan Process ID (PID).

Isi /proc:
  • proc/self → Menunjukkan informasi tentang proses yang sedang berjalan di terminal yang sedang digunakan.
  • Subdirektori bernomor → Berisi informasi terkait proses yang berjalan di sistem berdasarkan PID.
  • File dan direktori lain → Menyimpan berbagai informasi terkait sistem, seperti:
    1. cpuinfo → Informasi prosesor
    2. meminfo → Informasi penggunaan memori
    3. uptime → Lama sistem berjalan sejak boot
    4. version → Versi kernel yang digunakan
    5. cmdline → Perintah yang digunakan untuk menjalankan proses
    6. mounts → Informasi mengenai sistem file yang dipasang

Sistem /proc sangat berguna untuk memantau proses, debugging, serta mendapatkan informasi tentang status sistem secara real-time.


6. Memory Monitoring: Teknik untuk memantau penggunaan memori, mengidentifikasi kebocoran, dan mengoptimalkan kinerja.

1. Pentingnya Monitoring Memori
  Memori adalah bagian penting dalam kinerja sistem. Seiring waktu, kebutuhan memori meningkat, dan penggunaan RAM yang tidak efisien bisa menyebabkan sistem lambat. CPU dan I/O sering bergantung pada kecepatan akses memori, sehingga pemantauan memori sangat penting untuk mencegah bottleneck.

2. Alat Monitoring Memori
Beberapa perintah utama untuk mengecek penggunaan memori di Linux adalah:

  • free → Menampilkan ringkasan penggunaan memori.
  • vmstat → Memberikan statistik penggunaan memori dan I/O secara real-time.
  • pmap → Melihat pemetaan memori suatu proses tertentu.
Dengan memahami alat monitoring ini, kita dapat mengelola dan mengoptimalkan penggunaan RAM agar sistem tetap berjalan lancar.


7. /proc/meminfo: Informasi rinci tentang penggunaan memori.

/proc/meminfo adalah file di Linux yang berisi informasi detail tentang status penggunaan memori sistem. File ini sangat berguna untuk menganalisis performa dan alokasi memori sistem.

2. Informasi yang Tersedia dalam /proc/meminfo
File ini mencakup berbagai data, seperti:

  • Total RAM yang tersedia
  • Memori yang masih bebas
  • Penggunaan cache dan buffer
  • Swap yang digunakan
  • Penggunaan memori oleh kernel

3. Cara Melihat Isi /proc/meminfo
Untuk melihat isi file ini, gunakan perintah berikut di terminal.

cat /proc/meminfo

Dari informasi ini, kita dapat mengetahui apakah sistem mengalami kekurangan memori, bagaimana swap digunakan, dan bagaimana cache memori dikelola oleh sistem.

Memahami /proc/meminfo membantu dalam pemantauan dan optimasi penggunaan memori di Linux.


8. vmstat: Perintah untuk melaporkan status proses, memori, paging, dan aktivitas CPU.

  vmstat adalah alat serbaguna yang menampilkan informasi tentang penggunaan memori, paging, I/O, aktivitas prosesor, dan proses di sistem Linux.

Format umum perintah:

vmstat [options] [delay] [count]

  • delay → Interval dalam detik antara setiap laporan.
  • count → Jumlah laporan yang dihasilkan. Jika tidak diatur, vmstat akan terus berjalan hingga dihentikan.

Contoh:

vmstat 2 4

Perintah ini akan menampilkan statistik setiap 2 detik sebanyak 4 kali.

 Opsi Tambahan dalam vmstat

  • -S m → Menampilkan statistik memori dalam MB (default dalam KB).
  • -a → Menampilkan informasi tentang memori aktif dan tidak aktif.
  • -d → Menampilkan statistik disk.
  • -p [device] → Menampilkan statistik hanya untuk satu partisi disk tertentu.

Contoh penggunaan:

vmstat -SM -a 2 4

Perintah ini akan menampilkan informasi memori aktif dan tidak aktif dalam satuan MB, dengan interval 2 detik sebanyak 4 kali.

vmstat -d

Menampilkan statistik penggunaan disk, termasuk total sektor yang dibaca dan ditulis.

Dengan memahami perintah vmstat, kita bisa memantau kinerja sistem dan menganalisis penggunaan sumber daya untuk mencegah bottleneck.


9. Log Files: Memahami pentingnya file log untuk pemecahan masalah dan pemantauan sistem.

  Log files adalah bagian penting dalam pemantauan dan troubleshooting sistem Linux. Semua pesan sistem disimpan di /var/log, dengan nama yang bervariasi sesuai distribusi.

Pengelolaan log dikendalikan oleh daemon syslog, sementara sistem berbasis systemd menggunakan journalctl. Jika tidak ada antarmuka grafis, pesan penting juga muncul di konsol.

Lokasi penyimpanan log utama:

  • RHEL: /var/log/messages
  • Ubuntu: /var/log/syslog

Cara melihat log secara real-time:

  • sudo tail -f /var/log/messages → semua log
  • dmesg -w → log kernel

Beberapa file log penting:

  • boot.log → Pesan boot sistem
  • dmesg → Pesan kernel setelah boot
  • syslog/messages → Semua pesan sistem
  • secure → Pesan keamanan

Agar ukuran file log tetap terkendali, sistem menggunakan logrotate, yang diatur dalam /etc/logrotate.conf.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya