Cara Instalasi Dan Konfigurasi Mail Server Pada Debian 10 di VirtualBox

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Halo Semuanyaaa!!! Berjumpa lagi dengan saya Andhika, pada blog kali ini saya akan memberikan cara ataupun tips secara step by step mengenai instalasi dan konfigurasi Mail Server, seperti biasanya sebelum membuat, memakai dan sejenisnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang akan kita pakai atau buat itu, karena kita hari ini akan mempelajari instalasi dan konfigurasi Mail Server, saya akan menjelaskan mengenai Mail Server seperti apa itu Mail Server? dan masih banyak lainnya, tentunya setelah itu kalian akan muncul pertanyaan seputar Mail Server, oleh karena itu simak dengan baik semua tipsnya agar kalian bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat mengenai Mail Server. 




 Pengertian Mail Server

  Mail Server adalah sebuah sistem komputer atau perangkat lunak yang digunakan untuk mengirim, menerima, dan menyimpan email. Biasanya, Mail Server berfungsi untuk mengelola email antara pengguna atau sistem yang berbeda di jaringan. Ada dua jenis Mail Server utama: 
1. Mail Transfer Agent (MTA): Mengirimkan dan meneruskan email antar server.
2. Mail Delivery Agent (MDA): Menyimpan email yang diterima ke dalam inbox pengguna.

 Fungsi Mail Server

Fungsi utama dari Mail Server adalah untuk:
- Menerima email: Mail Server menerima email yang dikirimkan dari pengguna lain atau sistem lain.
- Menyimpan email: Setelah email diterima, Mail Server menyimpannya dalam akun pengguna sampai mereka memeriksa dan membaca email tersebut.
- Mengirim email: Mail Server juga bertanggung jawab untuk mengirimkan email dari satu pengguna ke pengguna lain, baik dalam satu jaringan maupun antar jaringan (seperti antar server di Internet).
- Mengatur aliran pesan: Memastikan pesan dikirim ke alamat yang benar dan bisa diterima oleh penerima.

Kelebihan Mail Server

1. Meningkatkan Keamanan: Dengan Mail Server yang dikelola sendiri, kamu bisa mengatur berbagai tingkat keamanan, seperti enkripsi atau filter spam.
2. Kontrol Penuh: Memiliki kontrol penuh atas pengaturan dan kebijakan email, misalnya siapa yang dapat mengirim email, siapa yang dapat menerima, dan sebagainya.
3. Penyimpanan Email: Mail Server memungkinkan penyimpanan email dalam jumlah besar dengan kemampuan backup dan pemulihan data.
4. Peningkatan Produktivitas: Mail Server dapat mengintegrasikan berbagai fitur produktivitas seperti kalender, tugas, dan manajemen kontak dalam sistem email.

 Kekurangan Mail Server
1. Pengelolaan yang Rumit: Jika Mail Server di-hosting sendiri, pengelolaannya bisa sangat rumit, membutuhkan keahlian teknis untuk instalasi, pemeliharaan, dan pemecahan masalah.
2. Biaya Operasional: Untuk mengelola Mail Server sendiri, perusahaan memerlukan perangkat keras yang baik, perangkat lunak, serta staf TI untuk memantau dan mengelola sistem, yang bisa jadi mahal.
3. Kerentanannya terhadap Serangan: Mail Server bisa menjadi target serangan seperti spam, virus, atau serangan DDoS (Distributed Denial of Service) jika tidak dilindungi dengan baik.
4. Keterbatasan Skala: Jika tidak dikelola dengan baik, Mail Server dapat kesulitan menangani volume email yang sangat besar, seperti saat terjadi lonjakan pesan yang tinggi.

 Kesimpulan

Mail Server memiliki peran penting dalam dunia komunikasi elektronik. Dengan memahami fungsi, kelebihan, dan kekurangannya, kita bisa memutuskan apakah menggunakan Mail Server sendiri atau memilih solusi cloud atau layanan email lain yang lebih mudah dikelola.



CARA INSTALASI DAN KONFIGURASI MAIL SERVER DI DEBIAN

Langkah Langkah Install & Konfigurasi Mail Server
1. Pertama tama pastikan kalian sudah mempunyai Virtual Machine Debian 10 nya dan DVD Iso 1 Debian 10, DVD Iso 2 Debian 10, DVD Iso 3 Debian 10 nya.


2. Jalankan Virtual machine Debian 10 nya dengan menekan opsi "Start",


3. Masuk ke mode root dengan mengetik "root" dan masukkan password root kalian,



4. Silahkan setting konfigurasi IP dengan mengetik perintah "nano /etc/network/interfaces",



5. Konfigurasi sesuai dengan gambar di bawah ini, jika sudah tekan ctrl+s untuk menyimpan dan ctrl+x untuk keluar konfigurasi,


NB: IP DI ATAS HANYA SEBAGAI CONTOH


6. Ketik "nano /etc/resolv.conf", (Pastikan sudah install DNS Server)



7. Buat nameserver sesuai dengan IP Server kalian dan search menjadi nama domain server kalian, jika sudah tekan ctrl+s untuk menyimpan dan ctrl+x untuk keluar konfigurasi,



8. Ketik "nano /etc/hosts",



9. Buat yang IP kedua menjadi IP Server kalian lalu mail.(user kalian).net dan nama domain kalian, lalu ctrl+s dan ctrl+x,

Before

After


10. Restart konfigurasi networknya dengan perintah "/etc/init.d/networking restart",



11. Masukkan DVD Iso 1 Debian 10 lalu ketik perintah "apt-cdrom add",



12. Masukkan DVD Iso 2 Debian 10 lalu ketik perintah "apt-cdrom add",



13. Masukkan DVD Iso 3 Debian 10 lalu ketik perintah "apt-cdrom add",



14. Ketik perintah "apt-get install apache2" (Pastikan sudah menginstall Web Server/apache2),



15. Ketik "cd /etc/apache2/sites-available" lalu "ls",



16. Karena saya sudah menginstall paket apache2 dan sudah saya konfigurasi jadi saya ketik perintah "nano dhika.conf",



17. Silahkan hapus tanda pagar di depan "ServerName" dan tembahkan mail.(user kalian).net, lalu ctrl+s dan ctrl+x,

Before

After


18. Silahkan restart konfigurasi apache2 nya dengan perintah "/etc/init.d/apache2 restart",



19. Ketik perintah "cd /etc/bind" lalu "ls", (pastikan kalian sudah menginstall DNS Server terlebih dahulu)




20. Ketik perintah "nano db.211",



21. Tambahkan perintah "10    IN    PTR    mail.(user).net" di bagian paling bawah, tekan ctrl+s dan ctrl+x,


After

Before


22. Ketik perintah "nano db.hafiz",



23. Tambahkan "mail    IN    A    (IP Server kalian)" di atas www, lalu tekan ctrl+s dan ctrl+x,

Before

After


24. Restart konfigurasi bind9 nya dengan perintah "/etc/init.d/bind9 restart",



25. Ketik "apt install mariadb-server",



26. Ketik "y" untuk melanjutkan proses instalasi paket mariadb nya,



27. Jika di suruh masukkan DVD Iso 1 kalian tinggal masukkan lalu tekan enter,



28. Jika sudah ketik "mariadb -u root",



29. Ketik "use mysql",



30. Ketik "create database roundcube;", pastikan muncul Query OK,



31. Ketik "update user set plugin='' where user='root';"



32. Ketik "flush privileges;"



33. Lalu ketik "exit",



34. Ketik "apt install dovecot-imapd",


35. Ketik "y" untuk melanjutkan proses instalasi paket dovecot nya,


36. Jika di minta memasukkan DVD 2, tinggal kalian masukkan saja lalu tekan enter,



37. Ketik "nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf",



38. Kalian tambahkan pagar di "mail_location = mbox" dan hapus pagar di "mail_location = maildir", lalu tekan ctrl+s dan ctrl+x,




39. Ketik "apt install postfix",




40. Jika di suruh memasukkan DVD Iso 1, kalian tinggal memasukkan nya lalu enter,




41. Pilih " local only ".



42. Masukkan "mail.(user).net" lalu enter,



43. Ketik "maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir",



44. Ketik "nano /etc/postfix/main.cf",



45. Scroll kebawah dan tambahkan "home_mailbox = Maildir/" di bagian paling bawah, lalu tekan ctrl+s dan ctrl+x,



46. Silahkan ketik "dpkg-reconfigure postfix",



47. Pilih "hanya local",



48. Masukkan nama mail kalian,



49. Silahkan di kosongi saja di bagian ini,



50. Hapus semua yag ada di sini dan sisakan bagian nama mail kalian serta bagian localhost,

Before

After


51. Pilih "tidak",



52. Tambahkan IP kalian dan IP 0.0.0.0/0 di bagian belakang,



53. Lewati saja bagian ini dengan cara menekan enter,



54. Ini juga silahkan di lewati,



55. Pilih "IPv4",



56. Lalu ketik install paket roundcube nya dengan perintah "apt install roundcube",



57. Ketik "y" untuk melanjutkan proses instalasi nya,


58. Masukkan DVD iso 2 jika di minta,



59. Masukkan DVD iso 3 jika di minta,



60. Pilih "tidak",



61. Ketikkan perintah "dpkg-reconfigure roundcube-core",



62.Silahkan masukkan nama Mail Server kalian,


63. Enter saja pada langkah ini,



64. Pilih "yes",



65. Pilih "TCP/IP",



66. Pilih "localhost",



67. Enter saja pada bagian port number,



68. Masukkan kembali nama Mail Server kalian,



69. Ketikkan "roundcube@localhost",



70. Buat password untuk roundcube kalian,



71. Masukkan kembali password yang tadi kalian buat untuk konfirmasi password nya,



72. Kalian enter saja di langkah ini,



73. Enter lagi,



74. Pilih "Yes",



75. Ketik "nano /etc/roundcube/config.inc.php",



76. Kalian scroll kebawah sampai ketemu baris "config smtp_user, dan smtp_pass" lalu kalian hapus "%u dan %p" di dalam tanda petik nya, lalu tekan ctrl+s dan ctrl+x,




77. tambahkan user dengan perintah "adduser user1",




78. Lalu kalian buat password untuk user tersebut dan ketik perintah "y" untuk mengkonfirmasi,



79. Tambahkan user 2 dengan perintah "adduser user2",



80. Lalu kalian buat password untuk user tersebut dan ketik perintah "y" untuk mengkonfirmasi,



81. Ketik "reboot" untuk merestart OS Debian 10 nya,



82. Masuk ke browser dan ketik kan nama Mail Server yang telah kalian buat tadi,




83. Masukkan User1 dan passwordnya untuk login, 



84. Klik "Compose" di pojok kiri atas untuk mengirim pesan



85. Masukkan penerima@(nama mail server kalian), judul pesan dan isi pesan di kolom yang telah di sediakan,



86. Jika di "Terkirim" sudah muncul chat kalian maka chat tersebut berhasil terkirim,



87. Silahkan logout/keluar dari akun tersebut, dan selanjutnya login ke user ke dua,



88. Bisa di lihat di kotak masuk sudah terdapat pesan yang tadi di kirim oleh user 1,





Langkah - Langkah Mengirim Pesan dari Client ke Server antar perangkat

1. Pertama tama pastikan kalian terhubung ke WIFI atau Hotspot dan client juga terhubung di WIFI/Hotspot yang sama,





2. Pergi ke Setting Virtual Machine Debian 10 kalian,



3. Pergi ke Network, lalu nyalakan adapter 2 nya dan pilih type jaringan nya "bridge adapter", lalu jalankan kembali Virtual Machine Debian nya,



4. Login ke mode root dan berikan password kalian. 



5. Lakukan konfigurasi IP dengan perintah "nano /etc/network/interfaces",



6. Tambahkan perintah "auto enp0s8 dhcp" seperti gambar di bawah ini, lalu tekan ctrl+s dan ctrl+x



7. Lalu restart konfigurasi IP nya dengan perintah "/etc/init.d/networking restart",



8. Ketik "ip a" untuk melihat IP,





9. Masuk kembali ke browser dan ketikkan IP yang terdapat di "enp0s8", lalu login menggunakan user 1,

10. Dan hasil akhir nya seperti ini untuk tampilan Server,



11. Untuk client, silahkan masuk ke browser dan ketikkan lagi IP Server dari enp0s8 barusan,



12. Silahkan login menggunakan user 2,

13. Jika sudah masuk di halaman seperti yang tadi, silahkan kalian berkirim pesan dari client ke server ataupun sebaliknya, sesuai dengan turtorial diatas tadi. 


  Apabila pengecekan Mail Server sudah berhasil berarti semua cara yang diberikan sudah selesai. Itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai mail Server. 

  Semoga setelah kalian menyimak dan mempraktekannya kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan jangan sampai lupa untuk membagikan ilmu yang kalian dapat ke orang lain juga.

 Sekian itu saja dari saya, semoga semua ilmu yang telah kita pelajari bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita, jangan lupa untuk selalu berdoa dan ikhtiar.
Selamat mencoba dan Semoga Berhasill !!! 

   Apabila berkenan, Silahkan tinggalkan komentar mengenai blog kali ini, itu akan menjadi revisi untuk saya dalam membuat blog kedepannya. 

 Apabila pada blog ini terdapat kata atau penyampaian yang kurang jelas ataupun salah, saya selaku pemilik blog ini, meminta maaf sebesar-besar. 

Terimakasihh.... 
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya