Cara Instalasi dan Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 di VirtualBox


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  Halo Semuanyaaa!!! Berjumpa lagi dengan saya Andhika, pada blog kali ini saya akan memberikan cara ataupun tips secara step by step mengenai instalasi dan konfigurasi DNS Server, seperti biasanya sebelum membuat, memakai dan sejenisnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang akan kita pakai atau buat itu, karena kita hari ini akan mempelajari instalasi dan konfigurasi DNS Server, saya akan menjelaskan mengenai DNS Server seperti apa itu DNS Server? dan masih banyak lainnya, tentunya setelah itu kalian akan muncul pertanyaan seputar DNS Server, oleh karena itu simak dengan baik semua tipsnya agar kalian bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat mengenai DNS Server. 




Apa sii DNS Server itu ?

DNS (Domain Name System) Server adalah sistem yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain, seperti www.google.com, dari alamat IP, seperti 172.217.6.68. Dengan kata lain, DNS Server memungkinkan pengguna untuk mengakses situs web menggunakan nama domain yang mudah diingat, tanpa perlu menghafal alamat IP numerik.


Fungsi DNS Server

  1. Penerjemah Nama Domain ke Alamat IP: DNS server mengonversi nama domain (misalnya www.google.com) dari alamat IP yang diperlukan untuk mengakses server tujuan di internet.
  2. Meningkatkan Pengalaman Pengguna: Memudahkan akses ke situs web dengan menggunakan nama domain yang mudah diingat, alih-alih menghafal alamat IP.
  3. Keamanan: DNS dapat menyediakan perlindungan terhadap ancaman seperti serangan DNS spoofing melalui fitur keamanan seperti DNSSEC (DNS Security Extensions).
  4. Distribusi Beban (Load Balancing): DNS server dapat mengarahkan pengguna ke server yang paling dekat atau yang tidak terlalu sibuk, sehingga meningkatkan kecepatan dan ketersediaan layanan.

Kelebihan DNS Server

  1. Kemudahan Akses: Menggunakan nama domain mempermudah pengguna untuk mengakses situs tanpa perlu menghafal alamat IP numerik.
  2. Pengelolaan Terpusat: Pengelolaan nama domain terpusat, memudahkan administrasi DNS untuk berbagai domain dan subdomain.
  3. Kecepatan Akses: DNS server mendukung caching, yang mempercepat proses pencarian nama domain, mengurangi waktu tunggu saat membuka situs web yang sama.
  4. Skalabilitas: Dapat mendukung jutaan domain dan alamat IP, sehingga cocok untuk mengelola sistem internet global yang sangat besar.

Kekurangan DNS Server

  1. Kerentanannya terhadap Serangan: DNS server rentan terhadap serangan seperti DNS spoofing, cache poisoning, atau serangan DDoS (Distributed Denial of Service), yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem.
  2. Ketergantungan pada Infrastruktur: Jika DNS server mengalami gangguan atau down, maka akses ke situs web yang bergantung pada server tersebut bisa terhenti, menyebabkan website tidak dapat diakses.
  3. Pemeliharaan dan Pengaturan yang Rumit: Mengelola DNS, terutama untuk organisasi besar dengan banyak domain dan subdomain, bisa menjadi rumit dan membutuhkan pengetahuan teknis yang baik.

Kesimpulan

    DNS Server adalah komponen vital dalam infrastruktur internet yang memungkinkan penerjemahan nama domain menjadi alamat IP, sehingga memudahkan pengguna mengakses situs web. Meskipun menawarkan banyak kelebihan dalam hal kemudahan, kecepatan, dan skalabilitas, DNS juga memiliki beberapa kekurangan terkait dengan potensi serangan dan ketergantungannya pada infrastruktur yang tepat. Pengelolaan yang hati-hati dan penggunaan teknologi keamanan seperti DNSSEC dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan DNS server.

    Selanjutnya kita akan langsung menuju ke Cara Instalasi dan Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 di VirtualBox-Nya:



Langkah-Langkah untuk Menginstall dan Konfigurasi DNS Server pada Debian 10 di VirtualBox:

  1.  Pertama-tama, kalian Install Debian Server terlebih dahulu. Jika belum menginstall Debian Server, kalian bisa langsung untuk Klik Disini untuk turtorialnya. 


 2. Setelah kalian menginstall Debian Servernya, kalian kembali ke menu awal VirtualBox lalu klik ikon berwarna kuning atau "Setting".



 3. Lalu kalian masuk ke " Network " lalu pada " Attached to " kalian ubah menjadi " Host-only Adapter ".



  4. Lalu pada menu " Name " kalian pilih Ethernet yang ingin kalian gunakan.



  5. Lalu  kalian klik " Advanced " lalu nanti terdapat " Deny " lalu kalian klik dan ubah menjadi " Allow All ". Setelah itu " Ok " dan "Start".



   6. Setelah itu, pada menu login kalian masukkan perintah "root" Dan masukkan "Password Kalian".



  7. Setelah itu masukkan perintah " nano /etc/network/interfaces ".



  8. Setelah muncul tampilan seperti dibawah, kalian perhatikan dan kalian ubah beberapa teks. Pada address masukkan IP yang ingin kalian tambahkan, lalu pada netmask kalian masukkan 255.255.255.0, setelah itu CTRL+S lalu CTRL+X untuk keluar.



  9. Selanjutnya ketikkan perintah " /etc/init.d/networking restart "jika berhasil akan muncul OK.



  10. Kalian bisa memastikan apakah IP sudah berganti atau belum dengan mengetikkan perintah " ip a ".




  11. Ketik perintah "apt install bind9 dnsutils".



  12. Lalu tekan "y" untuk melanjutkan proses instalasi paket DNS Server nya.



  13. Jika proses intalasi nya berhenti dan muncul perintah masukkan dvd 1 debian 10 nya, kalian tinggal pergi ke devices-optical drive-lalu masukkan file iso debian 10 dvd 1 nya. Lalu pilih Force Unmount.




  14. Silahkan tunggu proses instalasi nya hingga selesai,

  15. Jika proses intalasi nya berhenti lagi dan muncul perintah masukkan dvd 2 debian 10 nya, kalian tinggal pergi ke devices-optical drive-lalu masukkan file iso debian 10 dvd 2 nya. Lalu pilih Force Unmount.




  16. Setelah selesai proses instalasi paket DNS Server nya, silahkan masuk ke directory /etc/bind dengan cara masukkan perintah "cd /etc/bind"dan Enter.



  17. Lalu ketikkan perintah " ls " untuk mengecek file yang ada pada Directory /etc/bind.



  18. Ketik perintah "cp db.local db.(user)".



  19. Lalu "cp db.127 db.( ip kalian atau oktet pertama juga bisa)".



  20. Silahkan kalian konfigurasi file db.(user) kalian dengan cara ketikkan perintah "nano db.(user)".



  21. Silahkan kalian konfigurasi seperti gambar di bawah ini, jika sudah tekan CTRL+S untuk menyimpan, dan CTRL+X untuk keluar konfigurasinya.

Before


After

Catatan: YANG PERLU DI UBAH
LOCALHOST: MENJADI NAMA DOMAIN YANG KALIAN INGINKAN NANTINYA, CONTOH SAYA MENGGUNAKAN "axel.net"
UNTUK IP 127.0.0.1 DAN ::1 SILAHKAN KALIAN UBAH MENJADI IP KALIAN
TULISAN "AAAA" DI BARIS KE 3 SILAHKAN KALIAN HAPUS DAN SISA KAN 1 SAJA
"@" DI BARIS KE 3 KALIAN GANTI MENJADI "www"


  22. Lalu konfigurasi file db.(oktet pertama ip atau ip kalian) dengan mengetik "nano db.(oktet pertama ip atau ip kalian)", sesuai dengan yang kalian tambahkan tadi.


Jika tampilan sudah seperti dibawah ini.



  23. Silahkan kalian ubah konfigurasi nya menjadi seperti gambar di bawah ini, jika sudah tekan CTRL+S untuk menyimpan, dan CTRL+X untuk keluar konfigurasi.



Catatan: YANG PERLU DI UBAH 
LOCALHOST NYA MENJADI NAMA DOMAIN YANG KALIAN INGINKAN
PADA IP BARIS KEDUA YANG "1.0.0" KALIAN UBAH MENJADI OKTET TERAKHIR IP KALIAN


  24. Selanjutnya ketik perintah "nano named.conf.default-zones".



  25. Silahkan kalian scroll ke bawah dan tambahkan baris baru, jika sudah tekan CTRL+S untuk menyimpan, dan CTRL+X untuk keluar konfigurasi.



  26. masukkan perintah "nano /etc/resolv.conf".



  27. Masukkan nameserver menjadi IP Server kalian, dan search menjadi nama Domain kalian, lalu CTRL+S untuk menyimpan dan CTRL+X untuk keluar konfigurasi.



  28. Silahkan kalian restart konfigurasi bind9 nya dengan memasukkan perintah "/etc/init.d/bind9 restart" dan pastikan sudah muncul "ok".



  29. Ketik "/etc/init.d/bind9 status" untuk melihat apakah konfigurasi DNS Server nya sudah active atau belum.


Tampilan akan seperti ini jika DNS Server berhasil active(running).



  30. Selanjutnya kita perlu melakukan konfigurasi paket apache2 nya dengan cara kalian ketik "cd" dan masukkan perintah "apt-get install apache2".



  31. Selanjutnya ketikkan " y " dan Enter.



  32. Ketik "cd /etc/apache2/sites-available" untuk masuk ke directory tersebut.



  33. Ketik "ls" untuk melihat ada apa saja di dalam nya.



  34. Lalu ketik "cp 000-default.conf (user).conf ".



  35. Lalu ketik lagi perintah "ls" apakah file yang kita copy sudah ada.



  36. Silahkan konfigurasi (user).conf kalian dengan perintah "nano (user).conf".



  37. Ubah bagian ServerAdmin menjadi email kalian, jika sudah silahkan klik CTRL+S untuk menyimpan dan CTRL+X untuk keluar konfigurasi.

Before

After


  38. Silahkan kalian disable kan file 000-default.conf nya dengan perintah "a2dissite 000-default.conf".



  39. Silahkan kalian enable kan file (user).conf kalian dengan perintah "a2ensite (user).conf".



  40. Lalu kalian pergi ke directory html nya dengan perintah "cd / var/www/html/".



  41. Lalu ketik "ls" untuk melihat apa saja yang ada di dalam nya,



  42. Lalu kalian edit file index.html nya dengan perintah "nano index.html",



  43. Kalian hapus terlebih dahulu semua isi pada directory tersebut menggunakan CTRL+A + pgdown lalu jika sudah terpilih semuanya klik CTRL+K.



  44. Silahkan kalian membuat web kalian dengan bahasa pemrograman html, Jika sudah klik CTRL+S untuk menyimpan dan CTRL+X untuk keluar konfigurasinya,



  45. Lalu restart konfigurasi apache2 nya dengan perintah "/etc/init.d/apache2 restart",



  46.. Ketik "cd" lalu masukkan perintah "nslookup (IP Server kalian)", setelah itu "nslookup (user).net",



Pengujian

1. silahkan kalian masuk ke search lalu kalian ketik " view " lalu pilih yang " View network connections ".



2. Pilih Ethernet yang sama seperti yang kalian atur pada diawal, lalu klik kanan.



3. Selanjutnya pilih "properties",



4. Lalu kalian klik kiri 2 kali pada "Internet Protocol Version 4(TCP/IPv4)".



5. Jika sudah, kalian pilih pilihan yang kedua (penambahan IP secara manual) lalu untuk kolom kalian isi dengan arahan seperti dibawah ini:
Kolom 1: Isi dengan IP kalian dengan Host IP yang berbeda
Kolom 2: Isi dengan Subnet Mask (biasanya akan terisi otomatis setelah kolom 1 terisi)
Kolom 3: Isi dengan IP kalian.



6. Lalu kalian masuk ke cmd dengan cara search, lalu ketik "cmd",



7. Silahkan kalian ping ke IP Server kalian, dan jika status nya "TTL" maka kalian sudah terhubung ke Server,



8. Setelah itu kalian masuk ke Chrome dan ketikkan DNS Server kalian,

9. Jika sudah dapat memunculkan Web hasil yang telah kalian coding di "index.html" tadi maka DNS Server kalian sudah berhasil,



Permasalahan

        Tentu di antara kalian ada yang pernah mengalami problem/permasalahan dalam konfigurasi DNS Server, contohnya saya di sini mendapat masalah di bagian "nslookup (IP Server)" dan setelah itu muncul "failed". Cara untuk mengatasinya yaitu:

1. Silahkan masuk ke directory /etc/bind dengan cara masukkan perintah "cd /etc/bind",



2. Lalu ketik perintah "nano named.conf.default-zones",



3. Kalian scroll dan cari di bagian zone "xx.xx.xxx.in-addr.arpa" di bagian ini kalian balik IP Server kalian dari oktet 3 ke oktet 1, contoh di sini IP saya 211.20.24.10 jadi saya masukkan IP untuk addr.arpa menjadi "24.20.211.in-addr.arpa",



4. Lalu kalian restart konfigurasi bind9 nya dengan perintah "/etc/init.d/bind9 restart",



5. Lalu kalian coba lagi perintah "nslookup (IP Server kalian)",



Jika sudah muncul IP dan name = (user).net kalian, maka langkah konfigurasi kita telah selesai dan berhasil.




  Apabila pengecekan DNS Server sudah berhasil berarti semua cara yang diberikan sudah selesai. Itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai DNS Server. 

  Semoga setelah kalian menyimak dan mempraktekannya kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan jangan sampai lupa untuk membagikan ilmu yang kalian dapat ke orang lain juga.

 Sekian itu saja dari saya, semoga semua ilmu yang telah kita pelajari bisa bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita, jangan lupa untuk selalu berdoa dan ikhtiar.
Selamat mencoba dan Semoga Berhasill !!! 

   Apabila berkenan, Silahkan tinggalkan komentar mengenai blog kali ini, itu akan menjadi revisi untuk saya dalam membuat blog kedepannya. 

 Apabila pada blog ini terdapat kata atau penyampaian yang kurang jelas ataupun salah, saya selaku pemilik blog ini, meminta maaf sebesar-besar. 

Terimakasihh.... 
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Instalasi Debian 12 di Virtualbox

Cara Instalasi dan Konfigurasi Web Server pada Debian 10 di VirtualBox

Cara Instalasi Debian 12 Di Virtualbox Dan Cara Untuk Setting IP Address-Nya